Pelayaran Perdana Selama COVID-19, Kapal Pelni tiba di Nunukan Angkut 31 Penumpang

Pelayaran Perdana

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Armada KM Bukit Siguntang milik PT Pelni tiba perdana di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kalimantan Utara kemarin, Selasa, 30 Juni 2029 sekira pukul 13.00 wita. Sebanyak 31 penumpang yang turun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan akibat COVID-19.

Puluhan penumpang ini berasal dari Sulsel dan daerah sekitarnya yang merupakan wilayah pandemi COVID-19.

Kepala Operasi PT Pelni Cabang Nunukan, Nurdin membenarkan, kedatangan kapal KM Bukit Siguntang di Nunukan dengan jumlah penumpang 31 orang yang akan turun di Pelabuhan Tunon Taka.

Hanya saja, dia mengaku tidak tahu asal daerah dari puluhan penumpang tersebut. “Saya tidak tau kalau asal daerah penumpang yang mau turun,” ujar Nurdin melalui sambungan telepon pada Selasa, 30 Juni 2020.

Pelayaran saat masih suasana pandemi COVID-19, juru bicara Tim Gugus Tugas Nunukan, Aris Suyono menyatakan, tidak akan melakukan rapid tes terhadap penumpang yang turun karena telah punya dari daerah asal.

Baca Juga:  Viral...Video Anak Disiksa Hingga Menangis Meronta-ronta

Dokumen kesehatan bebas COVID-19 telah menjadi syarat bagi calon penumpang untuk mendapatkan tiket kapal.

Penumpang yang akan turun di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan diperkirakan berasal dari Sulsel dan daerah lain di sekitarnya. Dimana daerah itu masih kategori zona merah dengan penambahan positif COVID-19 mencapai ratusan orang setiap hari.

Namun Tim Gugus Tugas COVID-19 Nunukan, Aris beralasan, penumpang yang turun hanya diperiksa dokumen kesehatan yang dimiliki terutama surat bebas COVID-19 baik PCR atau rapid tes.

Kemudian, tetap dilakukan skrining gejala dan  suhu badan serta mengedukasi agar menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing terutama penumpang yang berasal dari wilayah zona merah.

“Skrining tetap dilakukan baik dokumen terutama surat bebas covid apakah PCR maupun rapid tes dan suhu badan. Kita tetap mengedukasi pula untuk karantina mandiri terutama yang dari zona merah,” ungkap Aris melalui sambungan telepon selulernya.

Baca Juga:  Waspada! Nunukan berpotensi terjadi tanah longsor dan banjir

Aris menambahkan, pengawasan terhadap orang saat ini semakin mudah karena Tim Gugus Tugas COVID-19 Nunukan telah memiliki HAC online. Dimana bisa mengakses dan memantau orang bersangkutan selama 14 hari.

“Sekarang semakin mudah melakukan pemantauan, kami sudah memiliki HAC online yg kita bisa akses, sehingga pemantauan mereka untuk 14 hari ke depan semakin mudah melalui e-HAC ini,” beber dia.

Selanjutnya, penumpang yang naik di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan via KM Bukit Siguntang jumlahnya mencapai 200 orang lebih, sebut Nurdin, Manager Operasional PT Pelni Cabang Nunukan.

“Kami belum lihat daftarnya tapi diperkirakan mencapai 200-an orang lebih,” kata dia.

Adapun tujuan penumpang yang berangkat dari Pelabuha  Tunon Taka Nunukan adalah Balikpapan, Parepare dan Makassar, Sulsel dan NTT.

Baca Juga:  Pendaftar membludak, pertandingan domino di 93 Cafe & Resto dibatalkan

Nurdin mengatakan, sebagian dari penumpang yang berangkat adalah warga negara Indonesia yang bekerja di Sabah, Malaysia.

Pantauan di dermaga Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, ABK KM Bukit Siguntang sempat melarang penumpang turun atau buruh pelabuhan naik di kapal jika tidak ada jaminan kesehatan COVID-19 dari tim medis pelabuhan.

Begitu pula dengan penumpang yang akan naik ke KM Bukit Siguntang diperiksa secara ketat oleh petugas dokumen kesehatan yang dimiliki oleh petugas dari PT Pelindo dan PT Pelni Cabang Nunukan. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here