Pembangunan jalan penghubung Pelabuhan Semaja diusulkan ke pusat, warga buat pernyataan

Pembangunan jalan penghubung Pelabuhan Semaja
Camat Seimenggaris Arif Budiman

Seimenggaris (BERANDATIMUR) – Pelabuhan Semaja di Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Kaltara yang menjadi penghubung Pulau Kalimantan dengan Pulau Nunukan bakal dapat difungsikan lagi.

Setelah warga sepakat dengan membuat surat pernyataan tidak akan menuntut ganti rugi apabila ada tanaman kelapa sawit dan lain-lainnya yang harus dikorbankan untuk pembangunan jalanan sepanjang 19 kilometer tersebut.

Demikian diutarakan Camat Seimenggaris Arif Budiman kepada awak media di Gedung DPRD Nunukan, Jumat, 4 Juni 2021 sekaitan dengan kondisi Pelabuhan Semaja di Desa Samaenre pasca tidak difungsikan selama bertahun-tahun.

Ia mengungkapkan, pelabuhan yang dibangun pada 2014 menggunakan dana APBN sebesar Rp17 miliar ini sempat mengalami permasalahan dimana warga keberatan atas lahan yang dikelolanya masuk dalam area persiapan jalanan penghubung sehingga kapal feri menolak untuk berlayar ke daerah itu.

Hanya saja permasalahan ini sudah dapat diselesaikan berkat komunikasi intens yang dibangun antara warga dengan pemerintah setempat sehinggad diperolehkesepakatan dengan sebuah surat pernyataan tidak menuntut ganti rugi lagi.

“”Saya sudah kumpulkan warga dan sudah ada surat pernyataan warga tidak akan menuntut ganti rugi atas tanaman dan lahannya yang akan dikena untuk pembangunan jalan. Surat pernyataan tersebut akan dilampirkan dalam surat usulan kepada Pemprov Kaltara nantinya,” ungkap Budi sapaan Camat Seimenggaris.

Menindaklanjuti surat pernyataan warga ini, Budi juga menyampaikan akan menghadap ke Bupati Nunukan. Sebab, usulan kepada Pemprov Kaltara harus disertai surat pernyataan Bupati Nunukan juga. “Jadi selain surat pernyataan warga harus ada juga surat pernyataan dari Bupati Nunukan yang dilampirkan ke Pemprov Kaltara,” ujar dia.

Sesuai hasil rapat Bappeda Kaltara, Dinas Pehubungan dan Pemkab Nunukan rencananya akan dianggarkan kembali dana pembangunan jalanan penghubung sepanjang 19 kilometer. Mulai dari Pelabuhan Semaja hingga persimpangan Korea yang bersumber dari APBN dengan syarat ada surat pernyataan dari warga dan Bupati Nunukan.

Mengenai informasi bahwa dermaga Pelabuhan Semaja saat ini mengalami kerusakan dibantah oleh Camat Seimenggaris ini. Namun diakuinya, kerusakan hanya pada fasilitas pendukung semata.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan lagi maka rencananya akan ditempatkan petugas jaga nantinya untuk merawat sambil dibangun jalanan penghubung tersebut. “Kalau pelabuhannya masih bagus cuma memang ada fasilitas penghubung yang rusak,” sebut Budi.

Budi mengatakan keberadaan pelabuhan feri di Semaja Desa Samaernre sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bukan hanya masyarakat Kecamatan Seimenggaris tetapi juga dari Malinau dan Bulungan yang hendak ke Pulau Nunukan ataupun Pulau Sebatik.

Selain itu, kapal feri ini sangat membantu masyarakat di Kecamatan Seimenggaris untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertaniannya yang akan dipasarkan di Ibukota Kabupaten Nunukan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here