Makassar (berandatimur.com) –  Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyepakati sembilan strategi untuk mendorong sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan penerimaan devisa.

Ketiga unsur ini berkomitmen atas kesepakatan tersebut dalam rangka mendorong pengembangan sektor pariwisata dengan memperkuat koordinasi dan mengsinergikan kebijakan antar pemangku kepentingan.

Melalui siaran pers BI Perwakilan Sulsel disebutkan, pengembangan sektor pariwisata diharapkan dapat mempercepat penerimaan devisa untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan serta berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Hal ini menjadi kesimpulan yang mengemuka pada Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (Rakorpusda) yang berlangsung di Yogyakarta pada Rabu (29/8).

Rakopusda ini diinisiasi Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dihadiri Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, sejumlah menteri, kepala daerah.

Baca Juga:  Harga cabai rawit tembus Rp140.000/kg

Kesembilan strategi tersebut adalah, penetapan strategi kinerja pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas, keragaman atraksi, kualitas amenitas, didukung oleh penguatan promosi, dan peningkatan kapasitas pelaku pariwisata (3A2P).

Tujuannya, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa dari pariwisata, terutama untuk destinasi wisata prioritas seperti Danau Toba, Borobudur-Joglosemar (Jogjakarta-Solo-Semarang), Mandalika, Labuan Bajo, Bali, Jakarta, Banyuwangi, Bromo, dan Kepulauan Riau.

Kedua, penguatan data dan informasi pariwisata melalui penetapan nomenklatur klasifikasi jenis usaha yang termasuk dalam bidang pariwisata sebagai dasar perumusan kebijakan, serta peningkatan kualitas survei profil wisatawan mancanegara untuk mengetahui pola perjalanan, pengeluaran dan umpan balik dari hasil kunjungan ke destinasi wisata.

Ketiga, peningkatan akses pembiayaan bagi kegiatan usaha di sektor pariwisata melalui penetapan ketentuan umum penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha pariwisata yang didukung sosialisasi mekanisme penyalurannya.

Baca Juga:  Eksportir Beberkan Rumput Laut Nunukan Dibelikan Rp20.500/Kg

Keempat, penerapan intensifikasi layanan sistem pembayaran dan ekonomi digital serta ekosistemnya di semua destinasi wisata, dengan Bali sebagai champion program pada saat penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

Kelima, penguatan sinergi promosi destinasi pariwisata antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia.

Keenam, penguatan akses/konektivitas darat dan udara menuju destinasi wisata, melalui percepatan pengembangan kapasitas Bandara Blimbingsari, Banyuwangi untuk mendukung peningkatan status menjadi bandara internasional.

Ketujuh, peningkatan daya tampung penumpang dan penguatan prasarana pendukung navigasi untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke destinasi wisata, antara lain di Bandara Silangit.

Kedelapan, percepatan operasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) serta pembangunan jalur kereta api bandara NYIA ke pusat kota Yogyakarta.

Pengembangan atraksi yang terintegrasi di destinasi wisata, antara lain paket wisata Borobudur-Joglosemar, dan paket wisata Bali-Banyuwangi.

Kesembilan, peningkatan amenitas di destinasi wisata, melalui percepatan penyelesaian penataan area Kampung Ujung di Labuan Bajo.

Baca Juga:  Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Nunukan Melonjak. Apa Penyebabnya!

Percepatan penyelesaian proses sertifikasi lahan untuk pembangunan fasilitas pendukung di sekitar Danau Toba.

Selain itu, melalui kesepakatan itu juga disinggung peningkatan manajemen penanganan sampah dan limbah, serta penyedian fasilitas air bersih pada wilayah-wilayah destinasi wisata.

Lalu, peningkatan kualitas SDM dan usaha pariwisata melalui pendidikan vokasi kepada pekerja di sektor pariwisata.

Untuk mewujudkan kesembilan strategi ini maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan OJK akan melakukan monitoring dan evaluasi secara priodik. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here