Pemilik Kapal Annuari 3 Menyangkal, NBS Mengakui, Bea Cukai Melegalkan

Soal Dugaan Penyelundupan Onderdil Kendaraan dari Malaysia

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РDugaan penyelundupan onderdil kendaraan dan bahan bangunan bangunan milik PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) pada Rabu, 17 Juli 2019 patut dicurigai sejumlah pihak terlibat.

Hasil penelusuran diperoleh informasi yang berbeda-beda sehingga sangat mencurigakan onderdil kendaraan tersebut masuk wilayah Indonesia di Kabupaten Nunukan tidak sesuai dengan prosedur sebagai barang impor dari Malaysia.

Utta selaku pemilik kapal Annuari 3 yang mengangkut produk industri tersebut mengaku tidak ada onderdil kendaraan. Pada saat itu hanya mengangkut puluhan dos susu bubuk merek milo dan tangki air milik PT PMJ.

“Tidak ada alat-alat kendaraan saya muat pada malam itu. Tapi cuma puluhan dos milo dan tangki air milik PT PMJ,” ujar Utta melalui sambungan telepon pekan lalu.

Utta pun mengaku, telah membayar hingga ratusan juta rupiah kepada Kantor Bea Cukai Nunukan atas barang diangkutnya pada malam dini hari itu.

Padahal sejumlah saksi.mata di lokasi pembongkaran di Pangkalan PT PMJ di Simpang Kadir Kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan menginformasikan sekira 40 dos lebih berisi onderdil kendaraan yang dibongkar dari kapal Annuari 3 milik Utta.

Puluhan dos itu diangkut dan dibongkar di Kantor PT PMJ tak jauh dari pangkalan tempat pembongkaran yang tertutup itu pada dini hari.

Baca Juga:  Diduga PJTKI Pungut Biaya Paspor Bagi CTKI, Begini Sikap BP3TKI Nunukan

Keterangan Utta berbeda dengan pernyataan PT NBS melalui Aris selaku Kepala Kantor di perusahaan perkebunan kelapa sawit ini pada Senin, 28 Juli 2019.

Aris membenarkan telah menerima barang dalam kemasan dos dari Tawau Negeri Sabah Malaysia pada Kamis, 18 Juli 2019. Produk industri miliknya diangkut oleh kapal Annuari 3.

Jumlahnya 40-an dos lebih yang berisi bahan bangunan berupa pipa cor, atap gafalum dan lain-lain yang menolak disebutkan.

“Memang ada barang-barang kami yang dibawa kapal Annuari 3 pada waktu itu. Ada 40-an dos lebih,” aku Aris kepada BERANDATIMUR.COM.

Aris mengaku, bahan bangunan yang diimpor dari Malaysia itu punya nota pembelian dari toko di Tawau Negeri Sabah Malaysia. Diantaranya tokok Teck Guan, Pisa Maju dan CT Kuari.

Ia juga mengaku, empat jenis produk Malaysia yang “diselundupkan” dari Tawau tersebut punya invoice dan rencana kedatangan sarana angkut (RPSK) yang telah disampaikan kepada Kantor Bea Cukai Nunukan.

Aris mengungkapkan, barang-barang dari Tawau itu bukan milik PT PMJ tetapi kepunyaan PT Nunukan Bara Sukses (NBS) sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Sebuku.

Baca Juga:  Soal Ganti Rugi Lahan, Negosiasi PT Adindo Dengan Masyarakat Adat Tidung Sempat Ricuh

“Barang-barang itu bukan punya PT PMJ tapi punya PT NBS. Kami sudah sampaikan 2×24 jam sebelumnya kepada bea cukai (Nunukan),” ujar dia mengklarifikasi pemberitaan pada media ini sebelumnya.

Aris menambahkan, pada saat kedatangan barang miliknya tidak diawasi oleh petugas bea cukai. Tetapi pada saat pembongkaran dari kapal, petugas bea cukai setempat telah berada di lokasi.

Hanya saja, pernyataan ini berbeda pula dengan saksi mata yang menyebutkan tidak ada petugas bea cukai yang mengawasi pada saat pembongkaran subuh dini hari itu.

“Tidak ada petugas bea cukai yang mengawasi waktu pembongkaran. Karena dibongkar subuh-subuh,” ujar sumber yang melihat langsung kedatangan dan proses pembongkaran dari kapal Annuari 3 tersebut.

Pernyataan keduanya kembali berbeda dengan keterangan dari Kantor Bea Cukai Nunukan.

Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, M Solehudin

Ketika bertemu dengan Andi Badillah, staf Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Bea Cukai Nunukan pada Jumat, 2 Agustus 2019 menyatakan, memang benar ada pemberitahuan soal keberadaan produk luar negeri yang diangkut oleh kapal Annuari 3.

Andi mengatakan, PT NBS telah melaporkan invoice maupun RPSK produk luar negeri tersebut sebelum memasuki wilayah NKRI di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  Selain Tangani COVID-19, Gubernur Kaltara Segera Serahan Aset Pemkot Tarakan

“Sudah ada laporan invoice ataupun RPSK dari PT NBS kepada kami (bea cukai Nunukan),” ujar dia.

Andi membeberkan, produk luar negeri yang “diselundupkan” itu milik PT PMJ melalui PT NBS selaku perusahan pemilik dokumen ekspor impor.

“Memang pembelinya PT NBS tapi barang itu milik PT PMJ,” aku Andi.

Tak berselang lama, Andi mengajak bertemu dengan Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, M Solehudin di ruang kerjanya di lantai dua kantornya.

Saat bertemu dengan Solahudin, dia mengatakan, produk luar negeri milik PT PMJ sudah sesuai prosedur.

Ia mengakui, memiliki dokumen yang tak bisa dipubliksikan. Bahkan dia katakan, produk luar negeri telah memenuhi syarat sebagai barang impor.

“Semuanya sudah sesuai prosedur,” kata dia singkat didampingi Faizal dari Seksi Kepabeanan dan Andi Badillah dari Seksi Pengawasan dan Penindakan. (***)

Editor: M Rusman

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here