Pemilik Lahan Beberkan Koordinat Pelabuhan Seimenggaris tak Sesuai Arahan Pusat

NUNUKAN (berandatimur.com) – Kisruh proyek jalan Pelabuhan Penyeberangan Semaja Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kaltara berbuntut panjang. Pemilik lahan pun akhirnya membeberkan bahwa titik koordinat pelabuhan tersebut tidak sesuai arahan pemerintah pusat.

Sebagaimana diungkapkan Andi Darwin selalu pemilik lahan yang dibanguni dermaga Pelabuhan Penyeberangan Semaja dengan anggaran bersumber dari APBN 2014 masa kepemimpinan Bupati Nunukan, Basri.

Andi Darwin, pemilik lahan dermaga Pelabuhan Penyeberangan Semaja Kecamatan Seimengagris Kabupaten Nunukan

Andi Darwin saat ditemui di Nunukan, menyatakan, sebenarnya titik koordinat lokasi pembangunan dermaga pelabuhan berada sekira 20 meter bagian kanan dermaga sekarang.

Namun Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan yang dijabat oleh Petrus saat itu memindahkannya dengan alasan tidak menemukan titik koordinat yang telah ditentukan Pemerintah Pusat.

Ia menyebutkan, titik koordinat yang ditentukan sebelumnya lokasinya membutuhkan banyak timbunan sehingga dipindahkan ke lahan perkebunan kelapa sawit miliknya.

Baca Juga:  Positif COVID-19 Meningkat, Pemkab Nunukan Larang Kerumunan Malam Tahun Baru

Andi Darwin juga mengakui, selaku pemilik lahan tidak pernah menuntut ganti rugi kepada Pemkab Nunukan namun sepekatan pada saat hearing di DPRD Nunukan yang dihadiri Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, pemilik lahan dan lain-lainnya bahwa jalanan masuk dermaga pelabuhan tersebut dikerjakan pemilik lahan.

Hanya saja, kesepakatan non tertulis itu tidak dipatuhi Pemkab Nunukan saat ini dimana pengerjaan jalanan diberikan kepada rekanan PT Perdasa milik Budi asal Kota Tarakan sehingga pemilik lahan melarang kapal feri beroperasi di pelabuhan tersebut.

Sekadar informasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan mengakui, kapal feri KM Manta tidak beroperasi di Pelabuhan Semaja sejak setahun lalu.

“Saya yang larang kapal feri masuk di Seimenggaris karena masih bermasalah. Lahan dermaga pelabuhan belum diganti rugi,” ujar Andi Darwin.

Baca Juga:  Kasur KM Lambelu Disewakan, Penumpang Arus Balik Lebaran "Ditelantarkan"

Bahkan Andi Darwin menceritakan, pembangunan dermaga Pelabuhan Penyeberangan Semaja Kecamatan Seimenggaris diduga kuat tidak sesuai bestek yang tertera dalam kontrak kerja.

Contohnya, tiang pancang semestinya ditanam sedalam 15-20 meter tetapi tidak ada yang memenuhi ketentuan tersebut.

“Sesuai bestek tiang pancang dermaga (Pelabuhan Penyeberangan Semaja) harus 15-20 meter dalamnya. Tapi yakin tidak ada tiangnya yang sampai sedalam itu,” ungkap Andi Darwin, Minggu (9/12) malam.

Alasannya, pada saat pemasangan tiang pancang diketahuinya disesuaikan dengan batas kedalaman kemampuan masuknya tiang.

“Kedalaman tiang pancang Pelabuhan Seimenggaris tidak sesuai bestek. Tapi disesuaikan dengan kemampuan masuknya tiang. Kalau sudah tertumbuk di batu di dalam sungai langsung dipotong saja,” sebut dia.

Baca Juga:  Anggaran Pendidikan Sangat Tidak Mungkin Dialihkan Untuk Anggaran RT, Laura: Salah Satu "Mandatory Spending", Perintah Pemerintah Pusat

Akibatnya, Pelabuhan Pemyeberangan Semaja yang belum diresmikan tetapi posisi tiangnya sudah banyak yang miring.

Hal ini diduga dipengaruhi pula oleh timbunan yang tidak kuat. Sebab landasan dermaga hanya dibuat dari batang kelapa sawit yang disusun lalu ditimbuni tanah.

“Kalau kita lihat posisi dermaga saat ini sudah miring karena tiangnya sudah banyak yang miring. Landasannya juga hanya dari batang kelapa sawit yang disusun lalu ditimbun tanah,” ungkap Andi Darwin. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here