Pemilik “Speedboat” Pengangkut Daging Alana Permasalahkan Pengubahan Warna Cat Kapalnya

NUNUKAN (berandatimur.com) – Pemilik “speedboat” yang diamankan TNI AL karena mengangkut daging alana protes keras atas perubahan warna cat kapalnya dan ditengarai digunakan untuk patroli.

Kapal cepat (speedboat) SB Dwi Putra 05 ini diamankan pada 9 Februari 2019 karena mengangkut barang ilegal dari negeri jiran Malaysia sehingga diamankan bersama tiga krunya di Pangkalan TNI AL Nunukan Kalimantan Utara.

Muhammad Yusuf, warga Kota Tarakan Kalimantan Utara selaku pemilik “speedboat” tersebut , Selasa (19/2) menyatakan, kapal miliknya menggunakan dua unit mesin masing-masing 200 PK seharga Rp200 juta per unit.

Namun selama ditahan oleh TNI AL ternyata warna catnya diubah menjadi warna abu-abu mirip Lanal Nunukan. Padahal warna cat kapal miliknya adalah putih bergaris biru.

Baca Juga:  TNI AL: Karpet Asal Malaysia Ilegal

Pengubahan warna cat ini menimbulkan kecurigaan karena proses penahanan “speedboat” tidak disertai surat dari Pengadilan Negeri Nunukan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Speedboat milik Muhammad Yusuf yang diamankan bersama daging alana dari Malaysia telah berubah warna di depan Lanal Nunukan. Foto diambil dari posisi tersembunyi.

Sehubungan dengan kejanggalan itu, Muhammad Yusuf mempraperadilankan TNI AL Pangkalan Nunukan di Pengadilan Negeri Nunukan dengan menunjuk penasehat hukum dari Law Office Partner & Partner yang berkantor di Jakarta Barat.

Melalui Penasehat Hukum (PH)nya bernama Muhammad Iskandar, Senin (18/2) membenarkan, telah mendapatkan informasi TNI AL Pangkalan Nunukan telah melakukan tindakan hukum yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Salah satunya menahan atau menyita kapal beserta tiga kru tanpa disertai berita acara pemeriksaan (BAP) dan surat pemberitahuan kepada pihak keluarganya.

Baca Juga:  Di Tarakan Ada 9 Positif Corona, PDP 5 Orang

Muhammad Iskandar juga mempermasalahkan pengubahan warna cat “speedboat” milik kliennya oleh Lanal Nunukan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Bahkan, lanjut dia, kapal milik kliennya digunakan berpatroli oleh Lanal Nunukan. Tindakan Lanal Nunukan ini sangat bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

Padahal, kapal beserta tiga kru ditahan sejak 9 Februari 2019 tanpa ada BAP dan surat penyitaan barang bukti yang dibuktikan dengan surat persetujuan dari PN Nunukan.

Muhammad Iskandar menjelaskan, sekaitan dengan kasus ini Lanal Nunukan melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Melalui pesan tertulis Muhammad Yusuf selaku pemilik kapal, Selasa (19/2) menyampaikan, warna cat kapalnya telah diubah oleh Lanal Nunukan seperti awalnya.

Bahkan dia katakan, telah mendapatkan informasi pihak Lanal Nunukan akan mengembalikannya dalam waktu dekat kepada pemiliknya.

Baca Juga:  DPRD Nunukan Enggan Dituding Nikmati Fasilitas Mewah

Ketika ditanya kapan rencana pengembalian kapal tersebut kepada dia, Muhammad Yusuf menyatakan, informasi yang diperoleh mesinnya masih dalam tahap perbaikan oleh pihak Lanal Nunukan.

Pihak Lanal Nunukan yang berusaha dimintai tanggapannya terkait pengubahan warna cat “speedboat” dan digunakan patroli ini belum berhasil dikonfirmasi. (***)

Penulis : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here