NUNUKAN (berandatimur.com) – Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara miris masih maraknya penyelundupan produk kebutuhan pokok sehari-hari Malaysia meskipun aparat Polis Marin negara itu lancarkan penangkapan.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri di Nunukan melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (23/1) menyatakan, memonitor pemberitaan medis Malaysia Best TawauFM baru-baru ini ditangkap lagi produk Malaysia yang akan diselundupkan Sei Nyamuk Pulau Sebatik pada Selasa (22/1).

Namun tidak membuat kata para penyelundup untuk memasok produk kebutuhan pokok dari negara tetangga tersebut.

Berdasarkan pemberitaan media itu, juragan yang ditangkap adalah warga negara Malaysia. Upaya penyelundupan kemungkinan telah dilakukan beberapa kali tapi tidak ada tindakan aparat kepolisian atau TNI di daerah itu.

Baca Juga:  Kadin: Peternak Mau Ada Standar Harga Ayam

Sebaiknya, kata Hasan Basri bertindak tegas atas upaya penyelundupan produk Malaysia ke daerah itu.

Namun Pasukan Polis Marin Tawau Malaysia yang lebih sigap dengan penangkapan terhadap juragan yang berusaha menyelundupkan ribuan kilo gram gula pasir, minyak makan, tepung gandum dan elpiji merek Petronas.

Penangkapan produk Malaysia yang dibawa WN Malaysia ini melalui Operasi Gelora sebagimana diutarakan Komander Pasukan Polis Marin Wilayah 4 Sabah, ACP Mohamad Pajeri Ali barang yang diangkut menggunakan perahu jongkong pada Selasa (22/1) sekira pukul 16.00 waktu setempat..

Baca Juga:  Dinas Perdagangan Nunukan Tegaskan Elpiji 3 Kg Hanya Buat Warga Miskin dan UMKM

Barang-barang yang diangkut berupa 1,921 kilo gram minyak makan, 720 kilo gram gula pasir, 612 kilo gram tepung gandum dan enam tabung elpiji Petronas, sebagaimana dikutip dari BES Tawau FM.

Produk Malaysia yang berusaha diselundupkan ke Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan oleh Polis Marin Malaysia, Selasa (22/1). Foto: RTM

Pada saat penangkapan, semua barang yang diangkut tidak memiliki bukti surat pembelian dari Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna (KPDNHEP) Malaysia.

Mohamed Pajero Ali menyatakan, keterangan juragan yang dirahasiakan identitasnya ini barang- barang tersebut akan dibawa ke Sei Nyamuk Pulau Sebatik.

Ia menambahkan, perahu jongkong bersama seluruh muatannya diamankan di Markas Pangkalan Pasukan Polis Marin (PPM) Tawau untuk ditindakanlanjuti.

Baca Juga:  Anak TKI Borong Piala Jambore Nusantara Antarbangsa di Malaysia

Nilai barang rampasan diperkirakan 41 ribu ringgit Malaysia dengan pelanggaran Seksyen 21 Akta Kawalan Bekalan 1961 dan dibaca bersama Perkara 3(1) Peraturan-Peraturan Kawalan Bekalan 1974. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here