Pemuda Islam Waiburak Adonara bagikan takjil puasa, biarawati pun dapat bagian

Pemuda Waiburak Pulau Adonara Bagi-Bagi Takjil
Pemuda Waiburak Pulau Adonara membagikan takjil buka puasa kepada rombongan biarawati yang melintas di jalan Trans Waiwerang, Selasa (5/4). FOTO: Doc

Larantuka (BERANDATIMUR) – Momen bulan suci Ramadhan 1443 H/2022 M, dimanfaatkan oleh kelompok pemuda di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT untuk membagi-bagi takjil kepada pengendara yang melintas. Termasuk rombongan biarawati mendapatkan jatah takjil tersebut.

Bagi-bagi takjil ini dilakukan di jalan Trans Waiwerang pada Selasa sore 5 April 2022 menjelang waktu buka puasa.

Rombongan biarawati mendapatkan pembagian takjil ini, ketika melintas di jalan tersebut terlihat oleh kelompok pemuda ini. Secara spontan, pemuda Islam Adonara ini menghampiri mobil yang ditumpangi biarawati tersebut.

Tak ayal, pemuda ini pun langsung mengadang dan membagikan takjil yang ada di tangannya. “Terimakasih, selamat menjalankan ibadah puasa,” ujar salah seorang biarawati kepada pemuda yang menyodorkan takjil ke mobilnya.

Baca Juga:  YBL gandeng BWS tanam 5.000 bambu di Bendungan Napung Gete Sikka

Koordinator kegiatan, Muhammad Ikbal Enga disela-sela membagikan takjil menuturkan pembagian takjil ini adalah aksi sosial yang tidak membedakan agama dan keyakinan.

“Para biarawati itu baru selesai misa arwah untuk korban bencana 4 April. Mereka juga dapat takjil dari pemuda,” kata dia.

Ia menegaskan pembagian takjil ini merupakan aksi spontanitas pemuda-pemudi Waiburak dalam rangka mengenang satu tahun bencana Seroja yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

“Kita tidak membedakan apa agamanya. Kami hanya ingin berbagi untuk sesama. Karena momen bencana 4 April pas dengan bulan puasa, maka aksi paling relevan dengan pembagian takjil,” jelas Ikbal.

Baca Juga:  Sering ancam warga pakai sajam, OGDJ di Flotim dikurung di gubuk

Masih sekaitan dengan peringatan Badai Seroja tersebut, kelompok pemuda-pemudi Waiburak juga melakukan aksi tanam pohon di sepanjang bantaran sungai yang merupakan zona merah jalur banjir.

“Aksi sosial itu ditutup dengan puncak acara malam renungan dan pembakaran 1000 lilin di lokasi bencana,” katanya.

Ia berpesan kepada seluruh pemuda-pemudi muslim agar menjalankan ibadah puasa dengan baik dan selalu menjaga kerukunan antar umat beragama lain. “Jaga selalu kerukunan dan selalu berbagi dari kekurangan kita,” pungkasnya.

Desa Waiburak mayoritas beragama Islam, namun sikap toleransi dan tenggang rasa antar agama selalu dijunjung tinggi. (mg01)

Baca Juga:  100 KPM di Talibura terima BLT tahap pertama 2022

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here