Pemusnahan Produk Malaysia. BC Nunukan: Rugikan Negara Rp244 Juta

NUNUKAN (berandatimur.com) – Pemusnahan barang atau produk yang diselundupkan dari Malaysia tangkapan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPBC TMP C) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dilakukan dengan digilas, dihancurkan dan dibakar.
    Akibat penyelundupan tersebut negara dirugikan sebesar Rp244.828.000 dengan berbagai jenis seperti minuman beralkohol, kosmetik, rokok dan lain-lainnya.
     Kepala KPBC TMP C Nunukan, M Solahudin di Nunukan, Kamis (13/12) menjelaskan, pemusnahan barang-barang tegahan ini berdasarkan surat persetujuan dari Menteri Keuangan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan  Negara dan Lelang Kota Tarakan Nomor: S-14/MK.6/WKN.13/KNL-04/2018 tertanggal 19 Oktober 2018.
Kemudian, surat persetujuan nomor: S-26/MK.6/WKN.13/KNL-04/2018 tertanggal 10 Desember 2018.
Pemusnahan ini juga berkaitan dengan ttugas dan fungsi DJBC sebagai revenue collector, community proyektor, trade fasilitator, dan industrial assistance.
Menurut dia, pengawasan dan penindakan yang dilakukan KPBC Nunukan selama merupakan langkah penting untuk mendukung terciptanya situasi yang kondusif bagi pertumbuhan perekonomian dalam negeri.
    Lalu menjaga keseimbangan pengawasan dan pelayanan bagi instansinya, ujar dia.
Barang-barang yang dimusnahkan ini adalah hasil tangkapan pada Januari 2018 hingga Nopember 2018.
Yakni 903 botol minuman beralkohol, 1.656 kaleng minuman beralkohol, 15.120 barang rokok, dua botol cairan vape, 870 buah kosmetik merek glowing dan 2.249 barang jenis lainnya.
Ribuan botol dan kaleng minuman beralkohol dimusnahkan dengan cara digilas alat berat di halaman Kantor Bea Cukai Nunukan, Kamis (13/12).
    Barang yang dipotong atau dibakar ini tujuannya untuk menghilangkan fungsi dan sifat awalnya agar tidak dapat digunakan lagi.
Solahudin menambahkan, masuknya produk luar negeri ini ke Kabupaten Nunukan dapat merusak kesehatan manusia, gangguan keamanan dan ketertiban.
“Penangkapan barang-barang yang dimusnahkan ini juga berdampak pada kesehatan dan dapat merusak dan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujar dia.
Ia mengharapkan, ke depannya sinergitas dan partisipasi antar instansi pemerintah dan masyarakat umum dapat semakin ditingkatkan.
Tujuannya untuk mengamankan hak-hak penerimaan negara dan melindungi negara dari masuknya barang-barang berbahaya dari luar negeri. (***)
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here