Pengendara di Lembata rela inapkan kendaraan di SPBU, demi mendapatkan BBM

Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Lewoleba Kabupaten Lembata
Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU Lewoleba Kabupaten Lembata, Rabu (12/4). FOTO: Azis Usman/BERANDATIMUR.COM

Lembata (BERANDATIMUR) – Kenaikan harga minyak mentah dunia, menyebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia ikut melonjak khususnya pertamax (RON92) dengan harga Rp12.950 per liter sejak pada 1 April 2022.

Pengumuman pemerintah terhadap kenaikan harga BBM jenis pertamax ini memicu terjadinya antrean panjang kendaraan di SPBU Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT. Demi mendapatkan BBM, pengedara rela menginapkan kendaraannya di SPBU setempat.

Setiap hari, antrean kendaraan diperkirakan mencapai ratusan unit baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

“Kami antre atau memarkiran kendaraan kami sejak semalam lalu kami pulang, kami sengaja memarkirkan kendaraan kami agar esoknya kami berada di antrean pertama,” ungkap Petrus, warga Lembata yang ikut mengantre pada Rabu, 12 April 2022.

Baca Juga:  Aparat dan Warga Pakai Pelepah Pisang Padamkan Kebakaran Lahan di Sinamalaka

Sekaitan dengan antrean panjang kendaraan, Supervisor SPBU Lamahora Lembata yang terletak di Jalan Trans Lembata, Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Tesar Koles kepada awak media ini mengatakan antrean panjang kendaraan semacam ini bukan hanya di Kabupaten Lembata saja.

Tetapi berlangsung pada semua SPBU di daerah lainnya pasca kenaikan harga BBM. “Perihal panjangnya antrean di SPBU ini bukan hal biasa lagi yang terjadi di Lembata, sebab ini berlaku sebelum adanya kenaikan harga BBM itu sendiri,” beber Tesar.

Mengenai kendaraan yang diparkir sepanjang jalanan dekat SPBU pada malam hari, dia mengatakan telah berulang kali menyampaikan kepada warga agar tidak melakukan hal tersebut.

Baca Juga:  Kalahkan Nirwana 04 2-1, Perseftim Flores Timur lawan Perse Ende di babak 8 besar

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan kepada para masyrakat untuk tidak memarkirkan kendaraannya pada malam hari di sepanjang jalan, ini jalan negara,” ucap Tesar seraya menambahkan antrean panjang kendaraan bukan berarti disebabkan menipisnya stok bahan bakar.

“Untuk stok bahan bakar di SPBU di sini tidak ada kendala hanya masalah kompleks yang kurang memadai yang menyebabkan hal ini terjadi,” kata Tesar.

Sehubungan naiknya harga BBM di SPBU, maka penjual eceran menggunakan botol pun ikut menaikkan harga dari Rp10.000 per liter menjadi Rp15.000 per liter untuk jenis pertamax. (mg05)

Baca Juga:  Remaja Masjid Mutiara Leubatang gelar pelatihan penanganan jenazah 

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here