Pengepul Nunukan Pertanyakan Kepastian Ekspor Rumput Laut

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Pengepul rumput laut di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan kepastian ekspor yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu.
Salah seorang pengepul asal Kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan Kabupaten Nunukan, Kamaruddin mempertanyakan hal ini sehubungan dengan ketersediaan barang telah siap diangkut.
Jika ekspor lambat dilakukan dapat menimbulkan keresahan bagi pembudidaya rumput laut. Sebab dikhawatirkan terjadinya gejolak harga yang tidak menguntungkan mereka.
Kamaruddin juga meminta semua pihak yang terlibat dalam rencana ekspor lanjutan ini agar transparan jika mengalami kendala ataupun ada hal-hal lain yang berkaitan dengan prosedural ekspor.
“Semua pihak harus terbuka supaya tidak menimbulkan tanda tanya bagi pengepul atau pembudidaya (rumput laut),” ujar dia diseputaran Pelabuhan Tunon Taka Nunukan pada Senin, 1 Juli 2019.
Pertanyaan Kamaruddin ini sebagai bentuk kegelisahan pengepul dan pembudidaya rumput laut apabila rencana ekspor terkendala.
Oleh karena itu, dia mengharapkan, perlunya keterbukaan semua pihak apabila memang ada kendala agar bisa dicarikan solusi secara bersama-sama.
Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Nunukan, Yoseph. Foto: doc
Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Yoseph menyatakan, ekspor rumput laut belum bisa dilakukan karena rekomendasi hasil verifikasi gudang oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara belum diterbitkan.
Alasannya, rekomendasi hasil verifikasi tersebut menjadi acuan pengajuan izin ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Yoseph mengaku, informasi yang diperoleh dari DKP Kaltara telah diterbitkan tetapi belum sampai ke Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan.
“Informasi yang kami peroleh katanya rekomendasi hasil verifikasi gudang dari DKP Kaltara sudah terbit. Cuma belum sampai ke sini (Dinas Perdagangan Nunukan),” ujar dia.
Yoseph juga memberitahukan, rencana ekspor lanjutan rumput laut kali ini tujuannya ke Tiongkok. Sebelumnya diekspor ke Korea Selatan.
Ia menambahkan, ekspor rumput laut Nunukan belum bisa dilakukan apabila belum ada sertifikasi Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis (Hazard Analysis and Critical Control Points) dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP RI.
Yoseph yakin, ekspor rumput laut produksi daerahnya tetap dilakukan apabila seluruh prosedur telah memenuhi ketentuan prosedural. (***)
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here