Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro (tengah) didampingi Kasat Resnarkoba Polres Nunukan AKP Hasan Setyobudi (kanan) dan Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu Muhammad Karyadi dengan latar belakang para pelaku yang berhasil diamankan saat konferensi pers di Mapolres Nunukan, Senin (28/1)

NUNUKAN (berandatimur.com) – Polres Nunukan Kalimantan Utara berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu dengan barang bukti sebanyak 2,5 kilo gram dengan tujuh pelaku bertindak selaku kurir dan tiga dilaporkan masih buron.

Hal ini diungkapkan Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro didampingi Kasat Resnarkoba Polres Nunukan AKP Hasan Setyobudi dan  Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu Muhammad Karyadi saat konferensi pers di Mapolres Nunukan, Senin (28/1).

Ia menyatakan pula bahwa ketujuh pelaku yang diamankan ini pada tiga lokasi yang berbeda dan ada diantaranya masih berusia muda.

Baca Juga:  Penipuan Modus Bisa Menggandakan Uang Marak di Polman

Semua pelaku yang bertindak selaku kurir ini diamankan dengan barabg bukti yang berbeda pula sepanjang Januari 2019.

Ketiga lokasi pengungkapan peredaran sabu-sabu ini yakni Pelabuhan Kayu Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara dengan barang bukti 1.000 gram atau satu kilo gram, Pelabuhan Tunon Taka sebanyak 1.050 gram atau 1,050 kilo gram dan 24,27 gram di Pangkalan Haji Muhtar Kelurahan Nunukan Timur.

Selain tujuh pelaku yang diamankan terungkap pula tiga pemilik dan pemasok sabu-sabu yang dinyatakan DPO (daftar pencarian orang) oleh Polres Nunukan.

Baca Juga:  Satpol PP Kaltara Razia THM di Nunukan Temukan Pria Positif Narkoba

Ketiga DPO yang dimaksudkan berinisial  SDR AG di Kota Tarakan, Mr X di Pulau Sebatik dan FT di Malaysia.

Kapolres Nunukan menjelaskan, ketujuh orang kurir ini diiming-imingi bayaran oleh bandar sehingga tergiur membawa barang haram ini.

Bahkan pengakuan kepada penyidik, kurir ini tergolong nekat dengan mengatur sendiri strategi mulai dari membawa sabu, menjadi perantara sampai menyerahkan barangnya kepada tujuan selaku bandar.

Hasil penyidikan juga terungkap, sabu-sabu yang dibawa pelaku ini dikendalikan oleh nara pidana dalam lapas (tanpa menyebutkan nama lapasnya) dengan memanfaatkan jaringannya.

Baca Juga:  Mendikbud: Zonasi PPDB Hindari Dominasi Sekolah Favorit

“Jadi sabu-sabu yang dibawa para pelaku ini dikendalikan oleh penghuni Lapas dengan memanfaatkan jaringannya yang berada di luar,” beber Teguh Triwantoro. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here