Pengungkapan Jaringan Narkoba Internasional: 10 Tertangkap, 3 DPO

Nunukan (berandatimur.com) – Pengungkapan jaringan narkoba internasional Malaysia-Indonesia diamankan 10 orang dan tiga orang masih dikejar.

     Hasil pengembangan kasus sabu-sabu dengan barang bukti 12 kilo gram ini, aparat Kepolisian Resor Nunukan, Kaltara menetapkan tiga orang pelaku dalam pengungkapan 12 kilo gram narkotika jenis sabu-sabu sebagai daftar pencarian orang (DPO).

    Hal ini disebutkan, Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu M Karyadi di Nunukan, Selasa (25/9) sekaitan dengan pengungkapan kasus sabu-sabu seberat 12 kg yang dipasok dari Negeri Sabah, Malaysia pada 16 September 2018 lalu di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  Dinilai tegas dan bijak, ratusan anak muda di Sulsel deklarasi dukung Ganjar jadi capres

Ketiga DPO tersebut satu berinisial AM (55) warga Kabupaten Sidrap, Sulsel dan dua orang berada di Negeri Sabah, Malaysia.

“AM” yang diduga kuat pemesan sabu-sabh seberat 12 kilo gram ini saat dilakukan penggerebekan di rumahnya oleh aparat kepolisian Satresnarkoba Polres Nunukan dan Dirresnarkoba Polda Kaltara bekerja sama kepolisian setempat telah melarikan diri ke daerah Palopo masih wilayah Provinsi Sulsel.

Sedangkan dua orang DPO di Negeri Sabah bertindak selaku pemasok. Pencarian keduanya Polres Nunukan dan Polda Kaltara telah berkomunikasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia.

Baca Juga:  BP3TKI Nunukan Akui TKI Ilegal Sulit Diberantas

Pada pengungkapan kasus 12 kilo gram sabu-sabu pekan lalu di Pulau Sebatik telah ditetapkan tiga orang DPO, ujar Karyadi melalui keterangan tertulisnya.

Barang bukti sabu-sabu sebanyak 12 bungkus atau 12 kilo gram

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua pria di salah satu hotel di Sei Nyamuk Pulau Sebatik pada 16 September 2018 yakni Sudianto bin Sair (40) warga Dusun III Basapa, Minanga Sulteng dan Adi bin Napi (29) warga Desa Landonan Bebeau, Buko Selatan, Sulteng.

Setelah dilakukan penggerebekan di kamar tempatnya menginap, aparat kepolisian setempat ditemukan 12 bungkus masing-masing berat satu kilo gram yang disembunyikan dalam tas pakaian.

Baca Juga:  Ada di Sabah, Gedung SMK Pertama Dibangun Indonesia di Luar Negeri

Akhirnya kasus ini dilakukan pengembangan ke Kota Parepare, Makassar dan Kabupaten Sidrap, Sulsel mengamankan delapan orang sebagai jaringannya. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here