Pengusaha Rumput Laut Mengeluh, Kapal Pengangkut Terbatas

NUNUKAN (berandatimur.com) – Pengusaha mengeluhkan terbatasnya kapal jenis ro-ro ke Kota Parepare Sulawesi Selatan yang menyebabkan rumput laut tidak terangkut secara menyeluruh.

Kamaruddin, seorang pengusaha rumput laut di Kabupaten Nunukan, Jumat (11/1) menuturkan, ratusan ton rumput laut tertinggal setiap pekan akibat kapal yang bersedia mengangkut sangat terbatas.

Permasalahan ini telah pernah disampaikan kepada DPRD dan Pemkab Nunukan namun belum ada “action” dari kedua lembaga pemerintah daerah tersebut.

Ia mengharapkan, keluhan tentang kapal pengangkut ini seyogyanya segera diatasi agar rumput laut kering dari Kabupaten Nunukan dapat terangkut.

Selama ini rumput laut dari daerah itu hanya mengandalkan kapal PT Pelni dan KM Thalia tujuan Pelabuhan Nusantara Parepare.

Baca Juga:  2020, Dishub Parepare Akan Genjot PAD Pada Sektor Perparkiran

Hanya saja, kapasitasnya sangat terbatas sehingga perlunya penambahan armada dengan tujuan yang sama, harap Kamaruddin yang berdomisili di Kampung Budidaya Rumput Laut Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan.

Warga yang diupah sedang mengikat rumput laut yang akan dibudidayakan di Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan Kabupaten Nunukan.

Pengusaha ini mengusulkan agar Pemkab Nunukan bersama DPRD setempat mengajukan permintaan kepada perusahaan kapal ro-ro KM Queen Soya untuk melayani Pelabuhan Nunukan ke Pelabuhan Parepare.

Seiring dengan semakin meningkatnya produksi rumput laut di daerah itu disebabkan harga yang makin tinggi, akan mengalami kendala pemasarannya apabila armada kapal laut terbatas.

Harga rumput laut pada tingkat pembudidaya telah mencapai Rp19.000 per kilo gram kering.

Baca Juga:  Harga Telur Ayam di Nunukan Sudah Tembus Rp55.000/Rak. Benarkah Pengaruh Corona?

Kenaikan harga yang cukup signifikan ini memotivasi masyarakat di Kabupaten Nunukan untuk meningkatkan produksinya.

Oleh karena itu, Kamaruddin berkata, perlu tambahan armada angkutan kapal agar tidak merugikan pembudidaya di daerah itu.

Menyinggung adanya eksportir yang bersedia membeli rumput laut di daerah itu, dia sebutkan, jumlahnya masih terbatas.

Pengangkutan perdana rumput laut oleh eksportir bersangkutan direncanakan pada 14 Januari 2019. “Hanya dua kontainer pengangkutan perdananya atau 42 ton saja” beber Kamaruddin.

Produksi rumput laut kering di Kabupaten Nunukan mencapai ribuan ton setiap panen.

Baca Juga:  Pekan II Liga 1, PSM Makassar tumbangkan Bali United 2-0

Masa panen dua kali dalam dua bulan, namun hampir setiap pekan panen karena setiap pembudidaya memiliki dua sampai tiga lokasi budidaya. (***)

Penulis: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here