Mama Agung korban penipuan oleh orang tak dikenal

Polman (BERANDATIMUR.COM) – Penipuan dengan modus dapat menggandakan uang marak beraksi di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah atau 2019 Masehi.

Salah seorang korbannya bernama Mama Agung beralamat di Desa Riso Kecamatan Tapango Kabupaten Polman pada Jumat, 17 Mei 2019.

Mama Agung yang sehari-harinya menjual di Kanting SMPN 3 Tapango ini menceritakan, terhipnotis oleh pelaku yang tidak diketahui identitasnya mendatanginya pada saat sedang mencuci pakaian di rumahnya.

Pada saat itu, pelaku bersama seorang rekannya mengetuk pintu dapur rumahnya sambil mengucapkan salam.

Ia mengaku, tidak mencurigai sedikit pun kedua pelaku sehingga dipersilahkan masuk ke rumahnya waktu itu.

Mama Agung juga bersama suaminya menghadapi kedua pelaku tiba-tiba tidak sadar setelah berjabat tangan dan berbincang dengan tamu tak diundang tersebut.

Mama Agung bercerita lagi bahwa kedua orang itu mengaku utusan Maha Guru Pasentren Mangkoso Kabupaten Barru Provinsi Sulsel untuk mendatangi saratus rumah hamba Allah yang ada di Polman.

Baca Juga:  Simpan Sabu di Tempat Permen, Hamzah Diciduk Polisi

“Alhamdulillah termasuk rumah ibu karena ada petunjuk gaib, rumah ibu sangat luar biasa ada Nur Muhammad dalam rumah ibu. Insya Allah ibu dan suaminya tidak akan meninggal dunia kalau tidak dari tanah suci,” kata kedua orang itu ditirukan oleh Mama Agung.

Kedua orang itu melanjutkan aksinya dengan tentang kondisi korban dengan menanyakan bahwa ibu sering sakit ya..?

Spontan Mama Agung didampingi suaminya mengaku sering sakit lutut. Dengan lihai kedua penipu itu menyuruh Mama Agung mengambil air putih dua gelas.

Setelah berlangsung pengobatan, tiba-tiba kedua pelaku berusia paruh baya itu menanyakan uang ringgit Malaysia. Jika tidak ada cukup emas dan bawang merah sebagai gantinya. Emas dan bawang merah tersebut dimasukkan di gelas yang berisi air putih.

Baca Juga:  Ini Syarat Bepergian Jelang Larangan Mudik Lebaran 2021

Mengikuti permintaan kedua pelaku, Mama Agung membuka anting yang sedang dipakai tetapi ditolak dengan alasan terlalu kecil. Tiba-tiba korban beranjak mengambil emasnya yang disimpan dalam lemarinya.

Kedua penipu itu mengambil amplok kosang di tasnya dan pura-pura memasukkan emas itu.

Setelah itu, pelaku mengatakan emas milik korban yang ada dalam amplop akan bertambah dalam jangka waktu sepekan.  Tanpa sadar, Mama Agung dan suaminya percaya ucapan kedua pelaku penipuan tersebut.

Terakhir kedua pelaku meminta Mama Agung dan suaminya menyiramkan air yang ada digelas itu keliling sudut rumahnya.

Setelah merasa aman kedua penipu itu beranjak dari tempat duduknya meninggal rumah.

Pengakuan Mama Agung dan suaminya nanti sadar dari pengaruh hipnotis setelah masuk kembali masuk di rumahnya. Tapi apa hendak dikata kedua penipu itu sudah menghilang alias kabur membawa emas miliknya dengan mengendarai sepeda motor merek honda matic.

Baca Juga:  BNNK Nunukan Libatkan Masyarakat Kampanyekan Anti Narkoba

Tokoh masyarakat setempat bernama Sadering, mengingatkan kejadian yang menimpa Mama Agung menjadi pelajaran berharga buat seluruh masyarakat Kabupaten Polman.

Ketika ada tamu yang tidak dikenalnya atau asing bagi masyarakat agar tidak dibukakan pintu rumah, pinta Sadering.

Bukan tanpa sebab, karena beberapa kejadian kejahatan sempat terjadi di Desa Riso. Sebelumnya, terjadi kasus pencurian pada siang bolong pada salah satu rumah warga di desa itu saat pemilik rumahnya berada di kebun.

“Jadi perlu hati-hati dan waspadah,” tegas Sadering. (*)

Reporter : Almadar Fattah
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here