Peresmian masjid di Riangbao, Pejabat Bupati: Jangan lagi ada perbedaan di Lembata

Peresmian Masjid Al Munawwarah Diharapkan Meminimalisir Perbedaan
Peresmian Masjid Al Munawwarah di Desa Riangbao, Kecamatan Ile Ape. Lembata, Sabtu (2/7)

Lembata (BERANDATIMUR) – Masjid Al Munawwarah yang terletak di Desa Riangbao, Kecamatan Ile Ape diresmikan pejabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa pada Sabtu 2 Juli 2022.

Peresmian masjid tersebut yang ditandai dengan membunyikan sirine, pemotongan pita dan pemukulan beduk. Saat memberikan sambutan, Marsianus menekankan jangan ada perbedaan.

“Jangan ada perbedaan wilayah di Lembata ini, tidak ada yang namanya perbedaan,” tegas dia.

Hal ini menanggapinya masih adanya perbedaan wilayah yang sangat kental di daerahnya sehingga dia menekankan agar masyarakat bersatu dan menjauhi perbedaan yang dimaksudkan.

“Sekali lagi saya mengajak semua pihak mari kita berkolaborasi bersama memberantas stunting di Lembata, minimal daerah ini tidak ada stunting. Kita harus bersama-sama baik gereja, masjid dan tempat ibadah lainnya, jangan sampai banyak rumah ibadah dimana-mana tapi kehidupan rakyat tidak diperhatikan,” ucap Marsianus.

Baca Juga:  Anak Difabel di Pelosok Desa Aransina Dikunjungi Kajari Flotim, Asbach

Pejabat Bupati Lembata ini juga meminta agar masyarakat selalu akur, akrab, berdamai dan tidak memelihara perbedaan. “Berbuatlah hal-hal kecil buat orang-orang yang ada di sekitar kita,” harap dia.

Pada peresmian itu turut hadir Romo Deken Lembata yang mewakili pimpinan/tokoh agama, Ketua DPRD Lembata, Kakanwil Kemenag Provinsi NTT, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lembata, Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Romo Deken mengatakan pembangunan sebuah rumah ibadah merupakan sebuah ungkapan iman. “Pembangunan rumah ibadah entah itu masjid entah pura ataupun gereja adalah sebuah ungkapan iman seorang hamba kepada sang penciptanya sekaligus kebanggaan iman kita,” ucap Romo.

Baca Juga:  Taklukkan Persab 1-0, Persami Maumere lolos 8 besar

Oleh karena itu, dia mengatakan, rumah ibadah yang indah nan megah ini dimanfaatkan untuk bertemu Tuhan yang kita imani.

“Mudah-mudahan peristiwa hari ini menjadi momen bersejarah untuk kepentingan kehidupan umat beragama di Kabupaten Lembata. Semoga keindahan yang kita alami hari ini akan terus kita bawa dalam kehidupan masyarakat esok dan seterusnya agar Lembata yang damai, rukun yang menyenangkan bisa kita wujudkan,” harap Romo.

Hal serupa juga di sampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Reginaldus S.S Serang. Ia bersyukur dan berterima kasih kepada panitia dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan Masjid Al Munawwarah ini.

” Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada panitia pembangunan dan semua masyarakat yang terlibat dalam pembangunan masjid ini, saya tahu bagaimana perjuangan yang keras dan tekad yang kuat dari kalian untuk bisa sampai pada saat ini,” ujar Reginaldus

Baca Juga:  Wabup Nunukan tinjau RSP Sebuku, Plt Direktur: Masih kekurangan meja dan kursi

“Harapan saya dengan berdirinya dan diresmikannya masjid Al-Munawarah Riangbao ini bisa menjadi simbol hidup yang akan selalu tetap tegak demi keberagaman di Lembata yang kita cintai,” harap Reginaldus. (mg05)

Editor: M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here