Peringatan HUT Hanura Ke-12 “Berselimut” Pantun Politik

NUNUKAN (berandatimur) – Peringatan HUT Partai Hanura ke-12 tahun 2018 Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara di pusatkan di Sei Nyamuk Pulau Sebatik “berselimut” pantun politik.

Pantun politik ini didengungkan oleh pengurus partai Kabupaten Nunukan yakni Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid dan Ketua DPC Partai Hanura Nunukan, Hj Rahma Leppa saat memberikan sambutan.

Makna pantun dari luar Asmin Laura Hafid menitikberatkan pada pentingnya kader partainya bekerja keras dalam merebut kemenangan pada pemilu legislatif 2019.

Selain itu, pantun yang terdiri dari tiga bait itu menyerukan semangat tanpa batas meskipun berada di tapal batas demi kemajuan Kabupaten Nunukan dan Partai Hanura secara khusus.

Baca Juga:  Nelayan Malaysia Dirampok di Perbatasan Malaysia-Indonesia. Pelaku Bersenjata Dilaporkan Melarikan Diri ke Arah Sei Nyamuk
Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid sebagai kader Partai Hanura saat memberikan sambutan pada HUT ke-12 di Gedung Astrada 88 Pulau Sebatik, Minggu (23/12).

Keberadaan di Pulau Sebaik yang terletak di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, Laura sapaan Bupati Nunukan selaku kader Partai Hanura mengimbau tidak perlu sungkan dalam memperjuangkan masyarakat yang majemuk di daerah itu.

Ini pantun Bupati Nunukan:

Hari berganti melalui senja. Dari cerita beragam hikayat. Mari bersama Partai Hanura. Kita memenangkan hati nurani rakyat.

Kerja keras dengan semangat. Melalui waktu tanpa penat. Selalu maju menjadi kuat. Karena Hanura takkan hianat.

Pulau Sebatik indah dan cantik. Berada tepat di tapal batas. Tulisan ini diakhiri titik. Namun silaturrahmi terus teratas.

Sama halnya dengan Hj Rahma Leppa dalam pantunnya menyerukan kepada masyarakat Kabupaten Nunukan khususnya di Pulau Sebatik agar menanamkan mimpi menjadi seorang pemimpin.

Baca Juga:  Hilang di Tarakan, Nelayan Ini Ditemukan Dirawat di Bantaeng Sulsel
Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Nunukan, Hj Rahma Leppa saat memberikan sambutan politik pada HUT ke-12 tahun 2018 di Gedung Astrada Pulau Sebatik

Ia menyatakan, generasi tua bukan berarti tidak mampu lagi menjadi pemimpin tetapi saatnya generasi muda di daerahnya menunjukkan kemampuan dan kualitasnya.

Politik, kata dia, adalah berjuang untuk rakyat. Jadi, generasi tua suatu saat akan melepaskan diri dari hiruk pikuk politik sehingga mulai saat ini generasi muda mulai berkiprah dalam esensi politik seutuhnya. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here