Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Nunukan, Robby Nahak Serang di ruang kerjanya, Selasa (5/3).

NUNUKAN (berandatimur.com) – Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menyebutkan, pasokan gas elpiji bersubsidi tiga kilo gram dari PT Pertamina telah mencapai 60.000 tabung lebih.

Sedangkan warga miskin atau kurang mampu di Kabupaten Nunukan hanya 25.000 jiwa. Namun pasokan gas elpiji bersubsidi ini selalu langka. Kenapa bisa terjadi?

Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri di Nunukan, Selasa (5/3) menyatakan, heran atas keluhan masyarakat di daerahnya soal kelangkaan gas elpiji tiga kilo gram tersebut.

Keluhan masyarakat yang ditumpahkan melalui media sosial ini, mendapat respon cepat dari Pemkab Nunukan dengan melakukan sidak ke agen dan pangkalan bersama kelompok masyarakat lainnya.

Hasan Basri mengatakan, kelangkaan gas melon itu pertama karena masih banyaknya masyarakat ekonomi mampu yang tidak malu menggunakan gas elpiji tersebut.

Baca Juga:  Dinkes Nunukan Sarankan Manfaatkan DD Buat Posyandu Wisata

Ia menyebutkan, kalangan ASN, anggota polisi, TNI dan warung makan atau restoran masih banyak yang menggunakan gas elpiji khusus warga miskin ini.

Padahal pada tabung gas elpiji telah ditulis “KHUSUS WARGA MISKIN” tetapi sebagian masyarakat Kabupaten Nunukan tidak mempedulikannya.

Dampaknya, masyarakat kurang mampu yang memang layak menggunakan gas elpiji bersubsidi tidak kebagian. Akibat kelangkaan tersebut menyebabkan harga melambung tinggi hingga Rp40.000.

Sehubungan dengan kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji tiga kilo gram ini, Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Nunukan, Robby Nahak Serang, Selasa (5/3) setelah sidak ke agen dan pangkalan disimpulkan terjadi kesalahan manajemen dari aspek pasokan, distribusi dan sasarannya.

Robby menegaskan, dalam waktu dekat ini Pemkab Nunukan akan memanggil semua stakeholder terkait termasuk agen dan pangkalan untuk membicarakannya sekaligus mencari solusi agar tidak terjadi kelangkaan lagi.

Baca Juga:  Palu Sidang DPRD Nunukan, Dipastikan Pindah Tangan

Ia mengakui, pasokan dari PT Pertamina telah melebihi kuota yang seharusnya untuk Kabupaten Nunukan. Faktanya, masyarakat masih berteriak karena tidak ada stok pada tingkat pangkalan.

Nah, kondisi yang terjadi ini membuktikan ada manajemen yang salah sehingga Pemkab Nunukan akan mengambil sikap dengan membicarakannya secara bersama-sama.

Selain itu, dia berjanji akan melakukan pengawasan ketat terkait dengan pendistribusian dan sasarannya termasuk dugaan adanya pasokan tabung gas tiga kilo gram kosong dari Sulawesi Selatan.

Tabung gas kosong ini didatangkan menggunakan kapal dari Parepare Sulawesi Selatan oleh pengusaha di Kabupaten Nunukan dalam jumlah besar.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan punya aplikasi SEPAKAT, 5 OPD jadi proyek percontohan

Untuk itu, kata Robby, campur tangan yang cepat dan tepat dari Pemkab Nunukan terhadap permasalahan ketersediaan gas elpiji bersubsidi ini sangat dibutuhkan terutama dalam hal pengawasan pasokan dan distribusinya.

“Ada manajemen yang salah terkait gas elpiji tiga kilo gram ini baik pasokan, distribusi maupun sasarannya. Makanya kehadiran pemda sangat dibutuhkan dalam mengambil langkah-langkah demi kepentingan masyarakat,” ujar dia. (***)

Editor  : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here