Kepala bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Nunukan, Sadariah.

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik investor asal negeri jiran Malaysia PT Tunas Mandiri Lumbis hingga saat ini tidak menggaji pekerjanya sehingga menelantarkannya.

Informasi yang dihimpun, pekerja di perusahaan itu tidak diberikan hak-haknya sejak beberapa bulan lalu. Bahkan ada tindakan semena-mena dari manajemen melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.

Pekerja yang masih bertahan di perusahaan nakal ini hanya 80-an orang. Luas lahan perkebunan PT TML yang berproduksi hanya sekira 600 hektar.

Informasi dari sumber lain disebutkan puluhan pekerja perusahaan yang masih bertahan ibarat anak ayam kehilangan induk. Disebabkan manajemen telah menghilang “tidak pernah menampakkan batang hidungnya” sehingga pekerja mengambil buah kelapa sawit dan dijual sendiri untuk membiayai hidupnya.

Baca Juga:  Jangan Buang dan Bakar Sampah Sembarangan!

Kepala Bidang Pekerja dan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan, Sadariah saat dikonfirmasi membenarkan adanya sengketa antara PT TML dengan pekerjanya sekaitan dengan bobroknya manajemen perusahaan tersebut.

Sadariah mengatakan, sengketa telah berlangsung lama sejak sebelum menjabat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat.

Namun, kata dia, selama menjabat pihaknya telah melakukan mediasi agar perusahaan asing ini bersedia memenuhi kewajibannya dengan memberikan hak-hak pekerjanya.

Hanya saja tidak ada kesepakatan dan solusinya sehingga dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Samarinda Kaltim sejak 2018.

Sadariah pun menjelaskan, tidak tahu menahu lagi kelanjutan dari kasus ini sekaitan dengan hasil akhir dari pengadilan tersebut.

Baca Juga:  Malaysia Berminat Investasi Bangun Pabrik Roti di Kaltara

“Kami tidak tahu lagi kelanjutan kasus ini bagaimana hasilnya dari Pengadilan Hubungan Industrial dari Samarinda,” ujar dia.

Ia pun menyayangkan sengketa perusahaan dengan pekerjanya yang tak kunjung selesai. Padahal, telah berulang kali dimediasi dengan memanggil kedua belah pihak.

Sadariah membantah, Disnakertrans Nunukan terkesan tinggal diam atas kasus yang dialami puluhan pekerja di PT TML. Sebab, pasca pengajuan gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial Samarinda maka kewenangan Disnakertrans Nunukan tidak ada lagi.

Tetapi bukan berarti Disnakertrans Nunukan tidak bersedia memfasilitasi kedua belah pihak atas putusan pengadilan apabila ada pemberitahuan untuk dilibatkan dalam masalah tersebut.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Programkan Buka Ribuan Hektar Lahan Perkebunan Jagung

Ia juga mengaku, belum mendapatkan pemberitahuan sampai sekarang sekaitan dengan adanya putusan pengadilan. “Kami belum dapatkan pemberitahuan soal putusan pengadilan,” kata Sadariah lagi.

Sadariah mengungkapkan, memang pernah mendapatkan kabar bahwa sengketa antara PT TML dengan pekerja telah diputuskan oleh pengadilan. Cuma kabar tersebut belum dapat dipercaya karena belum ada salinan tertulis yang diterima dari pengadilan.

(***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here