PH Syafruddin mengaku belum tahu ada kasus lain yang menjerat Briptu HSB

Penangkapan Briptu HSB Dalam Kasus Ilegal Mining
Penasehat Hukum Briptu HSB, Dr Syafruddin, SH, MH

Nunukan (BERANDATIMUR) – Penangkapan Briptu HSB, anggota polisi Ditpolair Polda Kaltara atas kasus dugaan ilegal mining (penambangan emas ilegal) di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan merembes ditemukannya sejumlah kasus kegiatan ilegal lainnya seperti penyelundupan pakaian bekas, daging dan sianida dari Malaysia.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara terus mengungkap gurita bisnis diduga milik Briptu HSB yang telah dijadikan tersangka pada kasus dugaan ilegal mining tersebut.

Kasus dugaan ilegal lainnya berupa penyelundupan pakaian bekas ditemukan oleh penyidik Direskrimsus Polda Kaltara di Pelabuhan Malundung dalam 17 kontainer yang dikabarkan siap dikirim ke Makassar, Sulsel.

Baca Juga:  Lima Bayi TKI Lahir di Tahanan Malaysia, Ada yang Sakit Kulit

Namun Penasehat Hukumnya Syafruddin melalui sambungan telepon pada Jumat malam, 6 Mei 2022 mengaku belum tahu menahu adanya kasus lain yang menjerat kleiannya karena sifatnya masih tahap penyelidikan.

Untuk sementara ini, kata dia, baru mendampingi anggota Polair Polda Kaltara ini pada kasus dugaan penambangan emas ilegal.

“Belum tahu soal adanya dugaan kegiatan ilegal lain yang menjerat Briptu HSB. Baru kasus dugaan penambangan emas ilegal yang mana sudah ditetapkan menjadi tersangka,” ucap dia dari balik telepon seluler.

Syafruddin menyatakan dirinya fokus mendampingi kliennya pada satu kasus yakni penambangan emas ilegal. “Saya sudah mendampingi (Briptu HSB) pada saat pemeriksaan oleh penyidik Polda Kaltara,” tambah dia lagi.

Baca Juga:  Syafruddin sebut posisi Briptu HSB pada dugaan "ilegal mining" memfasilitasi Muliadi dengan perusahaan BTM

Ia juga membenarkan kliennya telah ditetapkan menjadi tersangka bersama empat orang lainnya yakni Mu, M Id, Ha dan Mus pada kasus tersebut.

Pengungkapan kasus dugaan penambangan emas ilegal ini, Direskrimsus Polda Kaltara menyita tiga unit excavator, mobil truk, dan lain-lainnya di lokasi penambangan.

Dari kelima tersangka, Syafruddin mengatakan empat orang diantaranya dalam tahanan Polres Bulungan dan satu orang yakni Mu masih buron.

Informasi yang dihimpun, Briptu HSB dan Mu berusaha menghilangkan barang bukti dengan berusaha melarikan diri ke Makassar.

Penangkapan Briptu HSB terjadi di Ruang Tunggu Bandara Juwata Tarakan pada Rabu, 4 Mei 2022 sekitar pukul 12.15 Wita. (***)

Baca Juga:  Selain penambangan emas dan penyelundupan pakaian bekas, Briptu Hasbudi juga diduga bisnis narkoba?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here