JAKARTA (berandatimur.com) – Politik memang kejam, tidak mengenal kawan atau lawan tapi lebih pada kepentingan. Inilah yang dialami Partai Demokrat dimana berkeinginan membentuk koalisi poros tengah.

Namun rencana tersebut terancam gagal sehingga partai besutan mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasca Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengumumkan mendukung Joko Widodo pada pilpres 2019.

Keinginan Partai Demokrat tersebut terpaksa “gigit jari” karena niatnya selama ini sirna akibat batal menggaet PKB dan PAN tak kunjung terwujud.

Sementara kedua parpol ini lebih memilih jalan lain daripada berkoalisi dengan Demokrat. PKB mendukung Joko Widodo dan PAN “mesra” dengan Prabowo Subiyanto.

Baca Juga:  Reshuffle- Tri Rismaharini Dan Sandiaga Uno Jadi Menteri Kabinet Jokowi

Pengumuman dukungan PKB terhadap Joko Widodo disampaikan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar, dilakukan disela-sela peninjauan venue Asean Games di Jalabaring Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/7) tanpa syarat.

Dikutip dari Okezone, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, pihaknya mengakui kalau harapan untuk membuat poros baru kian menipis.

Setelah mengetahui PKB resmi memberi dukungan ke Presiden Jokowi untuk pilpres 2019.

Oleh karena itu, Partai Demokrat dihadapkan pada tiga pilihan yakni berkoalisi Jokowi, Prabowo Subianto atau tidak sama sekali menjatuhkan pilihan kepada salah satu calon manapun.

“Dengan begitu, Partai Demokrat mengurungkan niat untuk membentuk poros ketiga yang tadinya telah direncanakan secara baik,” ujar Hinca, Minggu (15/7).

Baca Juga:  Demi Efisiensi, KPU Nunukan Sosialisasikan Pilkada Via Media Massa

Sikap Partai Demokrat selanjutnya terkait pilpres 2019 akan diambil setelah SBY bertemu dengan Prabowo Subianto pekan depan. Hasil pertemuan itu akan dibawa ke rapat Majelis Tinggi Partai.

Secara terpisah, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari menyatakan kalau pembentukan poros ketiga masih mungkin terjadi, meski terhalang peraturan presidential threshold 20 persen.

Ia menilai, atmosfer itu bisa saja berubah di detik-detik terakhir jelang pendaftaran capres dan cawapres 2019. Sudah hal yang lumrah di dunia politik, segala kemungkinan itu bisa terjadi.

Baca Juga:  Ternyata Jokowi tidak tahu, gaji kepala desa dibayar per 3 bulan

Akhir-akhir ini, Demokrat intens melobi PAN dan PKB untuk memunculkan poros ketiga dalam Pilpres 2019.

Namun, permintaan itu tak berjalan mulus, lantaran PKB resmi bergabung dengan Jokowi, lalu PAN kian mengokohkan diri di bagian oposisi untuk mendorong Prabowo Subianto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here