PKN bakal “head to head” Partai Demokrat, panggung Anas Urbaningrum vs SBY

PKN Bakal Head To Head Partai Demokrat
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul. FOTO: Doc

Jakarta (BERANDATIMUR) – Tak lama lagi, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (AU) akan menghirup udara bebas, setelah delapan tahun menjalani hukuman. Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), I Gede Pasek Suardika, pernah memberi sinyal kuat kembalinya AU ke kancah politik nasional.

Bahkan, I Gede Pasek, menilai kehadiran AU akan menjadi simbol perlawanan dendam politik dari para loyalisnya yang bergabung di PKN.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul memprediksi bergabungnya AU ke partai baru ini akan membuat PKN langsung “head to head” dengan elit maupun Partai Demokrat (PD).

Baca Juga:  Anggota dewan korek-korek tanah di Sebatik, begini tanggapan Ketua DPRD Nunukan

“Kita bisa lihat, loyalis Anas di PKN sering mengirimkan sinyal dan pesan AU ini terzalimi oleh mantan partainya (PD),” kata Adib pada Sabtu 23 Juli 2022.

Bahkan dia, melihat PKN tak ubahnya PD reborn. Sebab gerbong PKN adalah loyalis yang masih setia kepada AU. “Saya kira malah lebih tepatnya antara PKN dan PD adalah panggung AU versus SBY,” ujar analis politik ini.

Adib menilai, PKN berisiko menggembosi Partai Demokrat terutama oleh internalnya sendiri, yang sakit hati atau memiliki dendam politik setelah disingkirkan.

Baca Juga:  Duo Piter bakal berduel perebutkan kursi Ketua DPD Golkar Lembata

Analis politik ini mencontohkan, manuver Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko tahun lalu membuat dualisme kepengurusan Partai Demokrat. Banyak elit partai pimpinan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tergoda dan membelot.

Apalagi AU yang berasal dari internal PD dan pernah menjabat ketua umum partai berlambang mercy ini, sehingga rawan digembosi.

Kembalinya AU ke kancah politik nantinya, dosen Fisip UNIS ini mewanti-wanti stabilitas Partai Demokrat bisa terancam setelah diacak-acak kubu Moeldoko.

“Saya memprediksi perlawanan ‘dendam politik’ bakal digaungkan AU lebih keras. Karena yah AU tadi, merasa dikudeta dari ketum PD dulu,” ucap dia. (***)

Baca Juga:  Kemenkumham Tolak Sahkan Kepengurusan Demokrat KLB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here