Ketua Komisariat PK PMII Perbatasan Nunukan, Abdurrohin (kiri) menyerahkan bingkisan kepada salah seorang kaum dhuafa, Sabtu (1/6).

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) –  Pada bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah/2019 Masehi berbagai kelompok dan organisasi menggelar aksi-aksi sosial sebagai pengejewantahan nilai-nilai keagamaan Islam.

Misalnya Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang melaksanakan kegiatan rutin yang biasa dilaksanakan setiap akhir-akhir bulan Ramadhan yaitu santunan anak yatim dan kaum dhuafa.

Ketua Komisariat PMII Nunukan, Abdurrohman di Nunukan, Sabtu, 1 Juni 2019 mengatakan, kaum dhu’fa tidak boleh disia-siakan. Mereka juga manusia yang punya hak untuk mengecap kebahagiaan.

Kendati demikian kata dia, semangat dan keinginan kaum dhuafa untuk merenda masa depan yang gemilang, tetap besar.

Baca Juga:  Teriakan ZIYAP Menang Sambut Kedatangan Zainal A Paliwang di Nunukan

Kenyataan itulah yang melatarbelakanhi PK PMII Perbatasan Nunukan untuk membagikan santunan kepada kaum tak mampu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menunjukkan berkah Ramadhan sekaligus berbagi kebahagiaan bersama anak-anak kaum dhua’fa.

“Tujuan utamanya kami ingin ngalap berkah dari mereka (kaum dhua’fa). Mereka merupakan kewajiban kita semua untuk mendapat kebahagiaan yang sama,” ungkap Rohim sapaan Ketua Komisariat PK PMII Nunukan.

Dalam kesempatan itu, Dzal Aidi juga berharap kedepannya kebersamaan masyarakat dan PMII bukan hanya pada bulan Ramadhan tetapi dapat dilakukan setiap waktu.

“Hal tersebut tentu sangat erat kaitannya dengan peran dan fungsi mahasiswa di masyarakat,” imbuh Dzal.

Baca Juga:  Tawau Berstatus Zona Merah COVID-19, KRI Tawau: Masih Sering Ada Penyelundupan Kepiting Minta Aparat Bertindak Tegas

Sementara itu, Sahabati Nurhana, mengapresiasi langkah PMII yang mau turun ke masyarakat. Menurut dia, cara yang diekspresikan PMII tidak sebatas seremonial semata tetapi memiliki kesan besar pada masyarakat.

“Mudah mudahan ini bisa terus berjalan, mahasiswa bisa terus bersama masyarakat kecil,” tutur Nurhana. (*)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here