Polair Kaltara Amankan Ratusan Dos Oli Malaysia

Nunukan (berandatimur.com) – Aparat Kepolisian Air Polda Kaltara menyita ratusan dos oli merek yamaluble dari Malaysia yang diangkut menggunakan kapal kayu menuju Pulau Nunukan Kabupaten Nunukan.

Penangkapan terjadi pada Rabu (5/9) sekira pukul 23.15 wita oleh Unit Peyelidikan Subdit Penegakan Hukum Polair Polda Kaltara setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

Direktur Polair Polda Kaltara, Kombes Pol Heri Sasangka melalui Kepala Seksi Tindak Subdit Gakkum, AKP Bahtiar Tamrin melalui keterangan tertulisnya, Senin membenarkan, penangkapan ratusan dos (pak) oli kendaraan merek yamaluble dari Malaysia diangkut menggunakan kalal kayu.

Kapal bernama KM Azhar 2 warna hijau ini ditangkap di perairan Indonesia di Pulau Nunukan tidak jauh dari tapal batas perairan RI-Malaysia pada malam itu.
Bahtiar Tamrin mengungkapkan, selain oli kapal milik Johan bin Talib beralamat Jalan Lumba-Lumba Kelurahan Nunukan Timur Kabupaten Nunukan juga mengangkut puluhan ton gula pasir, dua unit mesin merek yamaha 15 HP, makanan ringan dan minuman serta pakan ternak.

Baca Juga:  Ikan Tangkapan Lepas, Nelayan Tarakan Tenggelam

Adapun total gula pasir yang dimuat sebanyak 3.600 pak atau 43, 2 ton merek prai. Nakhoda kapal bernama Muhsin (43) dengan dua ABK yakni Muh Suryansyah dan Tamrin.

Saat ini kapal beserta muatannya disita dan diamankan di Pangkalan Polair Polda Kaltara di Juwata Kota Tarakan.

Produk Malaysia yang dimuat KM Azhar II yang berhasil diamankan Polair Polda Kaltara, Rabu (5/9). Foto. Polair Polda Kaltarao

Bahtiar Tamrin menambahkan, gula pasir dan makanan ringan yang dimuat kapal tersebut tidak memiliki label Badan POM RI.

Ia menambahkan, dokumen kapal yang mengangkut produk-produk Malaysia lengkap tetapi muatannya tidak punya dokumen sah.

“Sebenarnya KM Azhar II memiliki dokumen yang cukup lengkap, hanya saja untuk mengangkut gula dan produk lainnya dari Malaysia, nahkoda tidak bisa menunjukan dokumennya,,” kata Bahtiar.

Baca Juga:  Oli Kendaraan Selundupan dari Malaysia Diangkut Tengah Malam. Ada apa?

Sekaitan dengan penangkapan kapal ini dapat dikenakan pasal 113 jo pasal 57 ayat (2) sub pasal 106 jo pasal 24 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau pasal 142 jo pasal 91 ayat ( 1) UU RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pangan, junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata dia. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here