Polisi Ungkap Lagi, Upaya Penyelundupan WNI ke Malaysia

Nunukan (berandatimur.com) – Aparat Kepolisian Resor Nunukan, Kaltara kembali mengungkap upaya penyelundupan warga negara Indonesia (WNI) yang akan dipekerjakan secara ilegal di Negeri Sabah, Malaysia.

Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu M Karyadi di Nunukan, Jumat malam membenarkan, penangkapan puluhan WNI bersama calo yang akan memberangkatkan ke Negeri Sabah diperkirakan melalui Pulau Sebatik.

Tepatnya di Jembatan Haji Putri Gang Kakap RT 17 Kelurahan Nunukan Timur samping Pelabuhan Tunon Taka. Jembatan ini menjadi jalur penyeberangan TKI secara ilegal selama ini.

Pengungakapan kasus ini
Berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/ 105/VII/2018/Kaltara/Res Nunukan tanggal 20 Juli 2018, dengan barang bukti 11 WNI terdiri empat laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan.

Baca Juga:  Enam Pria dan Dua Perempuan Diciduk Transaksi Sabu-sabu di Setabu. Polisi: Barang Bukti 21 Paket Siap Edar

Adapun oknum calo yang diamankan bernama Kaharuddin (26) beralamat di Jalan Pattimura RT 001 Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan.

Saat ini oknum calo dan WNI yang diamankan tersebut ditahan di Mapolres Nunukan untuk penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

Hasil pemeriksaan awal terhadap WNI bersangkutan menyebutkan dikenakan biaya oleh oknum yang memberangkatkannya sebesar 400 ringgit Malaysia atau sekira Rp1.400.000 per orang.

Besaran beban biaya itu akan dibayar setelah tiba di tempat tujuan di Negeri Sabah.

Barang bukti lain yang disita adalah tiga buah identitas kewarganegaraan Malaysia, tiga buah buku paspor, satu lembar akte lahir Malaysia.

Baca Juga:  UIM Gelar Seminar Perawatan Era Industri 4.0

Lalu, satu lembar surat cuti dari majikan dan satu unjt telepon seluler merek samsung duos warna hitam.

Barang bukti yang turut disita aparat kepolisian Nunukan ditangan WNI yang akan diselundupkan ke Malaysia

Berbagai informasi yang dihimpun modus operandi penyelundupan WNI dari Pulau Nunukan ke negeri jiran Malaysia selama ini melalui Pulau Sebatik dengan alasan ke rumah keluarganya di pulau yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah, Malaysia ini.

Setelah tiba di Pulau Sebatik melanjutkan penyeberangan ke Tawau Malaysia umumnya pada sore hari menjelang malam menggunakan perahu cepat.

Ada pula yang menyeberangkatkan WNI secara ilegal ke negara yang sama menuju Kalabakan, Malaysia menggunakan perahu bermesin pada sejumlah tempat di Pulau Nunukan.

Baca Juga:  Permalukan Sekolahnya, Siswa PKL Curi Uang di Kantor PN Nunukan

Lewat jembatan samping kanan Pelabuhan Tunon Taka, eks Pasar Yamaker Kelurahan Nunukan Barat, Pelabuhan Rakyat Sei Bolong, Pangkalan Haji Muhtar dan titik-titik lainnya.

Penyelundupan WNI selama ini tetap berlangsung di Kabupaten Nunukan karena mafia ikut bermain sebagaimana diungkapkan Konsulat RI Tawau pada Forum Grup Discussion (FGD) di Kantor Imigrasi Nunukan beberapa waktu lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here