Instansi mitra kerja pertemuan di Mapolres Nunukan dalam mewujudkan program "Panic Button" oleh Polres Nunukan, Selasa (12/2)

NUNUKAN (berandatimur.com) – Kepolisian Resor Nunukan Kalimantan Utara mengumpulkan sejumlah instansi pemerintah dan non pemerintah dalam rangka sosialisasi “Panic Button” terintegrasi dalam satu aplikasi “Command Center” demi memaksimalkan pelayanan seiring pertumbuhan penduduk yang signifikan.

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro yang pimpin pertemuan di Mapolres Nunukan, Selasa (12/2) menilai, seiring dinamika pertumbuhan populasi masyarakat yang cepat maka dituntut pelayanan jasa pengamanan yang meningkat.

Oleh karena itu, kata Teguh Triwantoro, Polres Nunukan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat bersinergi dengan instansi lainnya selaku mitra kerja.

Baca Juga:  Ditabrak Truk di Barombong, Youtuber Makassar Tewas Dilokasi Kejadian

Instansi yang dilibatkan yakni perbankan, DPRD, bandara, pemda dan lembaga pemasyarakatan. Tujuan sosialisasi “Panic Button” ini adalah meningkatkan pelayanan di bidang keamanan oleh kepolisian.

Seperti di perbankan sebagai antisipasi kejahatan perampokan, pembobolan ATM. Caranya dengan menekan tombol “Panic Button” maka seketika ruang “Command Center” di Polres Nunukan segera merespon lokasi dan peta kejadian.

Hal yang sama dapat dilakukan di lembaga pemasyarakatan, bandara, pelabuhan, kantor bupati, gedung DPRD dan sebagainya.

“Begitu tombol panic button ditekan maka ruang commander center di Mapolres Nunukan merespon maka seketika itu Polres Nunukan mengirim pasukan khusus ke lokasi kejadian,” ujar Kapolres Nunukan.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Makassar Sosialisasikan Layanan Mobile JKN Kurangi Antrian

Teguh Triwantoro berharap mendapat respon dan kerja samanya dari instansi pemerintah dan non pemerintah dalam meluncurkan program “Panic Button” demi memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here