Prajurit Pamtas Yon Armed 18/K tangkap 2 kapal pengangkut produk makanan olahan selundupan dari Malaysia, muatannya tidak tanggung-tanggung 1,755,2 ton

Penangkapan Makanan Olahan Selundupan oleh Satgas Pamtas Yon Armed 18/K di Sebuku
Produk makanan olahan dan daging selundupan dari Malaysia yang diamankan oleh prajurit TNI AD dari Satgas Pamtas Yon Armed 18/k di Kecamatan Sebuku, Selasa (14/6).

Nunukan (BERANDATIMUR) – Prajurit Satgas Pamtas Batalion Artileri Meda (Yon Armed) 18/K menangkap dua kapal pengangkut produk makanan olahan dan daging selundupan dari Malaysia di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Penangkapan berlangsung di Dermaga Pelabuhan Apas Jalan Trans Sebuku Tetaban Kecamatan Sebuku pada Selasa, 14 Juni 2022 sekitar pukul 09.25 Wita bersama dengan prajurit dari Koramil 0911-03/Sbk.

Komandan Satgas Pamtas Yon Armed 18/K Letkol Arm Yudhi Ari Irawan melalui siaran tertulisnya, Rabu, 15 Juni 2022 menerangkan pengungkapan upaya penyelundupan produk makanan dan daging ini berawal dari perintah dari Kolakops Korem 092/Maharajalila pada Minggu 12 Juni 2022 untuk melakukan penyelidikan informasi maraknya peredaran daging ilegal dari Malaysia di Kabupaten Nunukan.

Setelah mendapatkan perintah tersebut, Dansatgas Pamtas Yon Armed 18/K memerintahkan SSK III Satgas pamtas di Kecamatan Sebuku beserta Koramil 0911-03 Sebuku untuk melakukan patroli di dermaga-dermaga jalur tikus di wilayahnya. Sebab disinyalir maraknya transaksi barang-barang ilegal yang masuk di wilayah tersebut melalui jalur sungai.

Baca Juga:  Perbaiki Kinerja, Polresta Mamuju Jalani Survei Internal

Akhirnya ditemukan dua buah kapal yakni KM Imase-mase dan KM Bulungan Putra yang diduga mengangkut barang sembako maupun barang lainnya yang berasal dari Malaysia.

KM Imase-mase milik Ramsi dan KM Bulungan Putra milik H Udin digeledah dan ditemukan barang-barang berbagai jenis produk makanan olahan dan daging produk Selandia Baru. Sesuai hasil pemeriksaan terhadap barang-barang yang ditemukan berat mencapai 1.755,2 kilo gram atau 1,7552 ton.

Produk makanan olahan selundupan yang ditemukan pada kedua kapal itu adalah daging jenis allana, nugget yota’s, sosis ayam, nugget valley fresh, beef burger daging lembu, sosis ayam sri segar, daging taylor preston produk New Zealand, sosis ayam chiken prank top Q yang disimpan dalam kabin kapal.

Selanjutnya, Dansatgas Pamtas Yon Armed 18/K memerintahkan membawa barang-barang selundupan ini ke Pos Satgas Pamtas Tembalang sebelum diserahkan ke Balai Karantina Kabupaten Nunukan untuk melaksanakan proses hukum.

Baca Juga:  Malaysia Usir 119 TKI Bermasalah ke Nunukan, Ternyata 33 Orang Kasus Sabu-sabu

Rincian produk makanan olahan yang ditemukan di KM Imase-mase adalah daging allana sebanyak 24 karton masing-masing berisi 20 kilo gram, sosis ayam sri segar sebanyak 357 bungkus totalnya 107,1 kilo gram.

Kemudian nugget ayam yota’s sebanyak 59 bungkus atau 53,1 kilo gram, nugget ayam valley fresh sebanyak 12 bungkus atau 9,6 kilo gram dan sosis ayam frankfuter sebanyak 159 bungkus atau 47,7 kilo gram.

Di KM Bulungan Putra ditemukan daging Allana sebanyak tiga dos masing-masing berisi 20 kilo gram atau total 60 kilo gram, sosis ayam Frankfuter sebanyak 1.659 bungkus atau 497,7 kilo gram, sosis ayam Chiken Prank Top Q sebanyak 880 bungkus atau 264 kilo gram.

Ditambah beef burger daging lembu sebanyak 40 pcs atau 12 kilo gram, sayap ayam sebanyak 10 karung berisi 20 kilo gram atau total 200 kilo gram, daging taylor preston produk New Zealand sebanyak 8 pcs atau total 24 kilo gram.

Baca Juga:  Kisah hidup TKI deportasi, bekerja di Malaysia demi biaya pendidikan anak-anaknya

Yudhi menyatakan masuknya barang ilegal dari Malaysia berupa daging dan makanan olahan ini melanggar UU Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.

Ia juga menegaskan upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan wabah virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah pada sejumlah daerah di Indonesia. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here