NUNUKAN (berandatimur.com) – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kaltara mengakui, kebutuhan pokok sehari-hari produk dalam negeri (Indonesia) masih kalah bersaing dengan produk asal Malaysia terutama soal harga.

Demi menjaga maruah produk Indonesia di daerah itu, Pemkab Nunukan menyarankan masuknya produk Malaysia dilegalkan saja.

Tentunya dengan mempermudah pemberian izin ekspor impor kepada pengusaha lokal di Kabupaten Nunukan agar tidak memasok lagi produk negeri jiran secara ilegal.

“Produk kita (Indonesia) kalah bersaing dengan produk Malaysia. Sebaiknya dilegalkan saja produk Malaysia masuk kesini (Nunukan),” kata Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri di Nunukan, Kamis (6/12).

Baca Juga:  Penyelundupan Marak di Nunukan Ancaman Keras Tol Laut

Selama ini, kata dia, Pemkab Nunukan telah berusaha memasukkan produk Indonesia bekerja sama dengan Bulog.

Namun, dalam perjalanannya produk dalam negeri kurang diminati oleh masyarakat di wilayah perbatasan akibat banyaknya produk Malaysia yang masuk dengan harga lebih murah.

Oleh karena itu, demi menjaga persaingan harga yang kurang sehat maka salah satu langkah yang bisa dilakukan dengan melegalkan produk Malaysia masuk ke Kabupaten Nunukan.

Hasan Basri mengakui, tidak bisa membatasi masuknya produk Malaysia ke daerahnya karena telah menjadi konsumsi masyarakat setemlat sejak dahulu kala.

Baca Juga:  Ayahnya meninggal dunia di penjara, ibunya lari bersama laki-laki lain, anak TKI ini banjir dukungan dan bantuan

Sebab, ketersediaannya mudah didapatkan dan harga yang sangat terjangkau oleh masyarakat pada umumnya.

Sekadar diketahui, harga produk luar negeri lebih murah dibandingkan produk Indonesia karena disubsidi oleh pemerintah Malaysia.

“Meskipun Pemkab Nunukan telah berupaya mendatangkan produk dalam negeri dengan harga murah. Tetapi produk Malaysia lebih murah lagi,” aku dia.

Ia menegaskan, untuk membatasi masuknya produk Malaysia secara ilegal di Kabupaten Nunukan diperlukan komitmen bersama antar instansi terkait khususnya penjaga wilayah perbatasan di perairan maupun di darat.

Tanpa adanya sinergitas, maka masuknya produk Malaysia secara ilegal sulit diberantas. (***)

Baca Juga:  Kabag Humas Pemkab Nunukan Akui Dirinya Reaktif

Editor: M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here