Program UPPO 2020 di Flores Timur gagal, dana bantuan Rp200 juta dari Kementan dikemanakan?

Dana Bantuan Kementan di ILe Mandiri Diduga Dikorupsi Oknum Poktan
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rita Wolon Jaya Darius Bala Leton, Selasa (9/8). FOTO: Yakobus Elton Nggiri/BERANDATIMUR.COM

Larantuka (BERANDATIMUR) – Dana bantuan Kementerian Pertanian untuk pengembangan unit pengolah pupuk organik (UPPO) tahun anggaran 2020 di Desa Lewohala, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, NTT, kini meninggalkan “duka” bagi warga setempat.

Pasalnya, realisasi bantuan sebesar Rp200 juta itu nyaris tidak memberikan efek positif bagi masyarakat karena dananya diduga “dikuasai” oknum tak bertanggungjawab dan tidak dipergunakan sesuai peruntukannya.

Penuturan mantan Ketua Unit Pelaksana Kegiatan dan Keuangan (UPKK) UPPO Kelompok Tani (Poktan) Rita Wolon Jaya dan kini menjabat Kepala Desa Lewohala, Alfonsius Dowo Weking di ruang kerjanya pada Senin, 8 Agustus 2022 bahwa benar dana bantuan dari Kementan 2020 sebesar Rp200 juta yang ditransfer langsung ke rekening poktan tersebut.

Pencairan bantuan dana itu dilakukan dua kali masing-masing tahap pertama pada 14 Oktober 2020 sebesar Rp140 juta dan kedua pada 30 Desember 2020 sebanyak Rp60 juta.

Baca Juga:  Rutan Larantuka soaialisasikan pembangunan zona integritas

Sebenarnya, sesuai dengan proposal yang diajukan dimana dana dari Kementan RI itu untuk membangun rumah kompos dan bak fermentasi, kandang komunal, dan pengadaan delapan ekor sapi. Kemudian, pengadaan alat pengolah pupuk organik (APPO) dan satu unit kendaraan roda tiga.

Alfonsius menceritakan, dana yang dicairkan tahap kedua sebesar Rp60 juta langsung diambil oleh Ketua Poktan Rita Wolon Jaya sekarang yakni Darius Bala Leton. Kemudian, Rp45 juta diserahkan juga pada 22 Nopember 2020 untuk membeli delapan ekor sapi kepada Darius Bala Leton.

Sedangkan dana sebesar Rp30 juta, kata Alfonsius dibelikan langsung satu unit kendaraan roda tiga dan pengadaan satu unit pengolah pupuk organik (UPPO).

Menyinggung dana sebesar Rp60 juta yang diambil oleh Ketua Poktan Rita Wolon Jaya Darius Bala Leton, dia mengaku tidak mengetahui pemanfaatannya.

Baca Juga:  Puluhan Rumah dan Warga Tertimbun Longsor Gunung Ile Bodeng, Flotim

“Setelah saya terima saya langsung serahkan itu ke Ketua Poktan dan menurut info yang saya dapat sisa anggaran tersebut ia berikan juga kepada tenaga teknis dari dinas pertanian. Siapa orangnya dan berapa yang ketua kasih untuk tenaga teknis tersebut silahkan nanti bisa ditanyakan langsung kepada Ketua Poktan,” imbuh dia.

Secara terpisah, Ketua Poktan Rita Wolon Jaya Darius Bala Leton yang ditemui di lokasi UPPO pada hari yang sama, menuturkan hanya menangani dana pengadaan satu unit kendaraan roda tiga, alat pengolah pupuk organik dan pembelian delapan ekor sapi.

Sedangkan dua pekerjaan fisik, yakni pembangunan rumah kompos dan bak fermentasi serta pembangunan kandang komunal itu ditangani pihak UPKK.

Darius mengungkapkan pengerjaan kelima paket fisik dirampungkan pada Februari 2021 dengan pencapaian 100 persen. Hanya saja yang terkendala adalah pembelian sapi sebanyak delapan ekor dimana tujuh ekor mati.

Baca Juga:  Parangi warga, JR diringkus saat menggergaji kayu, polisi antisipasi warga terprovokasi

“Sapinya kami beli di Mbay dengan harga satuan 4 juta, setelah beberapa bulan pasca tiba dari Mbay, tujuh sapinya mati tinggal satu yang hidup sampe saat ini,” sebut Darius. Akibat kebanyakan sapi yang dibeli sudah mati makanya kegiatan pengelolahan pupuk organik mandek sampai sekarang. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here