Proyek Jalan Kisruh? Kapal Feri tak Beroperasi di Seimenggaris

NUNUKAN (berandatimur.com) – Kisruh proyek jalan menuju dermaga pelabuhan kapal feri di Desa Semaja Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kaltara diinformasikan masih berlangsung menjadi awal penyebab tidak beroperasinya kapal feri di pelabuhan itu sejak setahun lalu.
     Informasi dari sejumlah sumber menyebutkan, proyek jalan yang menggunakan dana yang bersumber dari APBN sejak penentuan pemenang lelang mulai bermasalah yang berdampak sampai sekarang.
    Bahkan berhembus isu adanya kongkalikong tingkat tinggi di Pemkab Nunukan terkait proses lelang proyek yang menelan anggaran Rp17 miliar tersebut.
    Sehubungan dengan sejumlah permasalahan yang melilit proyek pengerjaan jalan ini menyebabkan kapal feri KM Manta tidak beroperasi di Pelabuhan Seimenggaris sejak setahun lalu.
     Mengenai hal ini berandatimur.com berusaha menemui Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan.
     Melalui Kepala Bidang Kepelabuhanan Perairan, Samsuddin di Nunukan, Rabu (5/12) menolak berkomentar dengan alasan tidak mendapatkan mandat dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan.
     Sementara Kadis Perhubungan Kabupaten Nunukan, Abdi Jauhari dikatakan Samsuddin sedang dinas luar ke Kecamatan Krayan.
    “Saya tidak punya kewenangan memberikan penjelasan soal teknis kalau tidak pendelegasian dari pak kadis,” ucap dia.
    Menurut dia, masalah teknis soal Pelabuhan Semaja Kecamatan Seimenggaris dan tidak beroperasinya kapal feri ke kecamatan yang berbatasan dengan Malaysia ini menjadi kewenangan kadis untuk menjelaskannya.
Tampak dari kejauhan jalan masuk dermaga Pelabuhan Semaja Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan yang bermasalah sampai menyebabkan kapal feri tidak beroperasi sejak setahun lalu. Foto: doc
    Namun Samsuddin mengatakan, sebelum menjabat sebagai kepala bidang kapal feri sudah tidak beroperasi di Pelabuham Semaja. “Saya jabat kabid disini pada Maret 2018,” beber dia.
     Selama ini kapal feri KM Manta melayani pelayaran pengangkutan barang, kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Semaja tujuan Pelabuhan Sei Jepun Pulau Nunukan hingga Kota Tarakan.
    Namun warga di Kecamatan Seimenggaris mengeluhkan tidak beroperasinya kapal feri tersebut akibat dari kisruh pengerjaan proyek jalan dari awal hingga lahan belum diganti rugi.
    Sehubungan dengan permasalahan yang terus berlanjut ini, maka Pelabuhan Semaja tidak dapat difungsikan sebelum tuntutan warga selaku pemilik lahan yang dijadikan jalur jalan menuju dermaga dipenuhi.
    Selain kapal feri tidak beroperasi, diperoleh informasi juga anggaran subsidi transportasi warga dari APBD Provinsi Kaltara tidak dicairkan. Jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah.
    Sebelumnya diperoleh informasi, pemenang lelang proyek jalan masuk dermaga Pelabuhan Semaja adalah kontraktor dari Kota Tarakan. Sementara penawaran terendah pada leleng tersebut adalah kontraktor asal Kabupaten Nunukan. (***)

Editor: M Rusman

Baca Juga:  Cegah stunting, Pemkab Nunukan sosialisasikan pendidikan keluarga bagi ibu-ibu PKK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here