PSSI Sulbar Laksanakan Kursus Wasit C-2. Asprov Sebut Anak Muda Kurang Minat Kursus Wasit

SULAWESI BARAT (berandatimur.com) – Pengurus PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) Provinsi Sulawesi Barat akan melaksanakan kursus atau pelatihan wasit kualifikasi C-2 dalam rangka meningkatkan kualitas pengadil pada cabang olahraga bola sepak di daerahnya.

Sekaitan dengan rencana kursus wasit ini, Sekretaris Asprov PSSI Sulbar, Jufri Hafid pada Jumat (15/2) menuturkan, pelatihan atau kursus tersebut diiinginkan meningkatkan kualitas dan kualifikasi seorang wasit.

Jenjang pelatihan wasit harus diikuti karena perkembangan sepakbola pun semakin pesat khususnya berkaitan dengan “Law of the Game” atau peraturan permainan.

Sehubungan dengan itu, kata Jufri Hafid,  seorang wasit dituntut harus mampu dan terampil memahami dan menerapkan di lapangan hijau.

Ia menegaskan, kualitas seorang wasit hanya diperoleh melalui pelatihan dan jam terbang yang tinggi.

Baca Juga:  Pemkab Polman Sosialisasikan Dana BOS Afirmasi

“Ilmu perwasitan akan nampak ketika ia bertugas di lapangan hijau. Banyak orang pintar menguraikan secara terperinci law of the game, tetapi ketika bertugas di lapangan hijau belum tentu mampu memahami dan menerapkan apa yang dijelaskan di luar lapangan,” ujar dia.

Sekretaris Asprov PSSI Sulbar, Jufri Hafid.

Jufri Hafid menambahkan, kursus  sangat penting sebab keberhasilan pertandingan sepakbola tergantung dari kepemimpinan seorang wasit.

Seorang wasit dituntut mengusai “law of the game”, memiliki kemampuan fisik yang prima, serta kecerdasan emosionalnya harus stabil.

Untuk mengusai ketiga hal tersebut, wasit harus banyak belajar, berlatih dan mengusai diri sendiri.

Demi meningkatkan kualitas sepakbola di Sulbar maka salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan pengetahuan wasit melalui pelatihan atau kursus C-2 pada tahun 2019 ini dan kualifikasi C-1 nasional pada tahun 2020..

Baca Juga:  Nunukan Terima Hibah Jalan dan SPAM Dari Kementerian PUPR

Sekretaris Asprov PSSI Sulbar ini memgharapkan kepada anak muda pencinta dan hobbi olahraga sepakbola dan pemain yang sudah tidak mempunyai lagi potensi menjadi pemain profesional kiranya bisa mengikuti kursus wasit ini.

“Setiap musim kompetisi PSSI selalu meminta wasit ke Asprov, tetapi wasit yang mudah berusia 25 tahun,” kata dia.

Jufri Hafid mengakui,  saat ini Asprov PSSI Sulbar sangat kekurangan wasit yang memiliki kualifikasi C-1 Nasional yang berusia di bawah 30 tahun.

Wasit asal Sulbar yang telah berkiprah di level nasional pada kompetisi Liga 3 PSSI pada 2018 baru satu orang.

Baca Juga:  Ini Daftar Pemain U-16 di Piala AFC Malaysia 2018

Tak lupa Jufri Hafid mengajak wasit yang pernah mengikuti kursus C-3 yang pernah diadakan Asprov PSSI Sulbar sebelumnya agar ikut pelatihan pada tahun 2019 ini.

Hanya saja, terbentur faktor usia dima 40 orang berkualifikasi C-3 masih ada berusia di atas 25 tahun. Ini menandakan minat anak-anak muda di Sulbar untuk ikut pelatihan wasit sangat kurang. (*)

Penulis : Almadar Fattah
Editor  : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here