PT BSI dan PNS bangun pos jaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Sei Ular

Nunukan (BERANDATIMUR) – Dua perusahaan di Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Kaltara berkongsi membangun pos jaga perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kedua perusahaan tersebut adalah PT Bumi Seimenggaris Indah (BSI) dan PT Permata Nusa Sejati (PNS) melalui dana sosial atau coorporate social responsibility (CSR).

Humas PT PNS, Yuni Nur Iman yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin, 24 Mei 2021 membenarkan sedang membangun pos jaga perbatasan negara di Sei Ular Desa Sekaduyan Taka Kecamatan Seimenggaris.

“Benar. PT PNS bersama PT BSI kerja sama membangun pos jaga di Sei Ular,” ujar dia.

Baca Juga:  Isolasi Mandiri di Rumahnya, Pasien Nunukan#38 Belum Sembuh

Anggaran pembangunannya menggunakan dana CSR atas permintaan Pemkab Nunukan. Lokasi pembangunan pos jaga ini, pernah menjadi jalur penangkapan WNI oleh aparat dari Sabah, Malaysia.

Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Nunukan Muhtar membenarkan pembangunan pos jaga tapal batas negara di Sei Ular dibiayai dana CSR dari dua perusahaan di Desa Sekaduyan Taka yakni PT BSI dan PT PNS.

Kedua perusahaan ini diminta oleh Pemkab Nunukan agar membiayai pembangunannya dengana dana CSR. Sebab menunggu dana dari Pemerintah pusat butuh waktu yang lama.

Sementara pos jaga di tempat tersebut sangat dibutuhkan dan mendesak, agar kasus penangkapan WNI yang melintas di jalur sungai itu tidak terulang lagi, terang Muhtar.

Baca Juga:  Ratusan pelajar SMPN Mamolo dan Lancang divaksin pada Sabtu (2/10)

“Kalau menunggu dana dari pusat masih lama makanya Pemkab Nunukan berinisiatif minta bantuan dari perusahaan supaya membiayai pembangunan pos jaga di Sei Ular pakai dana CSR,” ungkap dia. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here