Puluhan Barang Elektronik Curian Disita, Polisi Amankan 6 Orang Salah Satunya Mahasiswa

NUNUKAN (berandatimur.com) – Kepolisian Resor Nunukan, Kaltara berhasil mengamankan puluhan barang bukti elektronik hasil curian dan menahan enam orang. Dua orang eksekutor dan empat orang penadah atau membantu menjual barang bukti salah satunya seorang mahasiswa di Nunukan.

Hal ini disampaikan Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu M Karyadi di Nunukan, Rabu sekaitan dengan pengungkapan kasus pencurian berat (curat) dengan sejumlah barang bukti.

Melalui siaran persnya, dia mengatakan, Polres Nunukan menerima enam laporan yakni LP/143/X/2018/kaltara/Res Nnk tertanggal 17 Oktober 2018 dengan pelapor Asmiati, LP/148/X/2018/kaltara/Res Nnk tertanggal 25 Oktober 2018 pelapor Erik Julianto, LP/. /XI/2018/kaltara/Res Nnk/sek KSKP tertanggal 9 November 2018 pelapor Damri HS.

Laporan lainnya yaitu LP/24/XI/2018/kaltara/Res Nnk/sek KSKP tertanggal 14 November 2018 dengan pelapor bernama Udin, LP/. /XI/2018/kaltara/Res Nnk/sek Nnk, tertanggal 16 November 2018 pelapor Nur Wulan, LP/. /XI/2018/kaltara/Res Nnk/sek Nnk tertanggal 23 November 2018 dengan pelapor Mustahir.

Adapun lokasi kejadiannya yaitu di Jalan Simpang Kadir Kelurahan Selisun, Jalan Sei Sembilan Kelurahan Selisun, dua lokasi di Jalan Muh Hatta RT 15 Kelurahan Nunukan Timur, kediaman Imam Masjid Islamic Center di Sei Jepun Kelurahan Mansapa dan Pos Jaga Embung PDAM Sei Bilal Kelurahan Nunukan Barat.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Warga Banjiri The 3rd Anniversary Aztrada 88 Sebatik

Barang bukti yang disita berupa satu unit TV LED Samsung 32 inchi, satu unit laptop merek Acer, satu buah tab merek Advan, satu buah Samsung note 8.

Kemudian, satu buah tab Samsung, satu buah telepon seluler merek Samsung J2, satu buah Samsung J7, empat buah telepon merek Nokia, satu buah Oppo F1.

Satu buah telepon Samsung lipat, satu buah tabung gas 3 kilo gram, tiga buah telepon seluler merek Xiaomi, satu unit sepeda motor merek Honda Vario KT 4415 SC.

Pelaku yang diamankan adalah Muh Arfajar alias Fajar (18) dan Surayadi alias Wadi (23) keduanya beralamat di Sei Bolong Kelurahan Nunukan Utata.

Aparat kepolisian setempat juga mengamankan empat orang diduga penadah barang hasil curian dari kedua eksekutor tersebut masing-masing bernama Ernawati (37) ibu kandung Muh Arfajar dan Sarawin Darni (19) kakak kandung Muh Arfajar.

Baca Juga:  Jangan Menggunakan Handphone Saat Berkendara, Polisi Intai Anda

Lalu, Kaco (43) tenaga honorer beralamat di Jalan Pesantren Kelurahan Nunukan Tengah dan Slamet Haryadi (34) tukang servis TV beralamat di Jalan Fatahillah Kelurahan Nunukan Tengah.

Modus pencurian yang dilakukan pelaku dengan bergerak bersama dengan mencongkel pintu rumah korbannya atau memanfaatkan pintu rumah yang tidak terkunci. Selanjutnya mengambil barang elektronik berharga.

Karyadi menjelaskan, hasil pemeriksaan terhadap keduanya barang hasil kejahatannya dijual oleh ibu dan kakak kandungnya.

Keduanya dibekuk saat berada dipinggir jalan Sei Bolong Kelurahan Nunukan Utara pada Selasa (27/11) pukul 19.30 wita.

Barang bukti hasil curian yang disita aparat Polres Nunukan.

Masih berkaitan dengan pengakuan kedua pelaku, diperoleh informasi tempat kejadian perkara (TKP) lain yang menjadi lokasi aksinya yakni pondok Kebun Pembibitan Pertanian Jalan Sedadap, Jalan Sutanto, Jalan Pasar Baru, Jalan Sei Bilal, Jalan TVRI, Jalan Pesantren, Jalan Sei Fatimah dan Jalan Lumba-lumba.

Di TKP ini, pelaku berhasil menggondol satu buah Notebook merek Toshiba, satu buah telepon seluler merek Oppo, satu buah telepon seluler merek China, satu buah laptop merek Toshiba 14 inchi.

Baca Juga:  Dua Pelajar Nunukan Diringkus Lakukan Curat

Selanjutnya, satu buah DVD player, satu buah Notebook merek Advan, satu buah telepon seluler merek Oppo A37, satu buah telepon seluler merek Infinix, satu buah telepon seluler merek Oppo F1.

Ditambah lagi, enam buah tabung gas elpiji 3 kilo gram, satu buah Samsung S7, satu buah balckberry, satu buah iPhone 4, satu buah charger dan dua buah tabung gas elpiji 14 kilo gram.

“Kedua pelaku melakukan aksinya sejak bulan September (2018) dengan 14 TKP dan puluhan barang bukti elektronik dan tabung gas (elpiji),” beber dia.

Pelaku bersama barang bukti yang berhasil disita, saat ini diamankan di Mapolres Nunukan untuk kepentingan penyidikan. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here