Yudisium.Mahasiswa Poltek Nunukan
Salah seorang yudisium mahasiswa terbaik Poltek Nunukan memeluk orangtuanya sambil menangis tersedu-sedu sebagai tanda bahagia dan gembira telah menyelesaikan kuliahnya dengan prestasi yang memuaskan, Senin (30/9)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Yudisium 135 mahasiswa PDD Politeknik Nunukan Kalimantan Utara diwarnai rasa haru dari orangtua dan civitas akademika di Lantai V Kantor Bupati Nunukan pada Senin, 30 September 2019.

Rasa haru tersebut tiba-tiba tercipta ketika sejumlah mahasiswa yudisium membawa empat kembang yang diserahkan kepada Bupati Nunukan, Direktur Politeknik Negeri Samarinda, Wakil Direktur PDD Politeknik Nunukan.

Kemudian, dari ruangan belakang ruang yudisium muncul orangtua yudisium terbaik. Kemunculan orangtua keempat mahasiswa tersebut semakin menambah suasana hening ruangan.

Ratusan pasang mata tertuju kepada keempat orangtua mahasiswa yang langsung dipeluk oleh anaknya.

Dua mahasiswa perempuan yudisium terbaik memeluk erat orangtuanya sambil meneteskan air mata. Pertanda bahagia telah menyelesaikan perkuliahan dengan nilai yang memuaskan dan perjuangan orangtuanya.

Yudisium Mahasiswa Poltek Nunukan
Salah seorang mahasiswa yang yudisium berjalan usai diberikan selempang bertuliskan namanya, Senin (30/9)

Masih suasana haru itu, sebagian mahasiswa yudisium berswafoto dilanjutkan dengan foto bersama orangtua dan keempat yudisium mahasiswa terbaik dengan Bupati Nunukan, Ketua PDD Politeknik Nunukan dan Wakil Direktur PDD Pokiteknik Nunukan.

Baca Juga:  Blusukan ke Desa, Yansen Disambut ‘Maju Tak Gentar’

Keempat yudisium terbaik masing-masing program studi adalah Muh Hasbi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83, Seniyanti IPK 3,74, Amriyani IPK 3,65 dan Nurul Jadid IPK 3,59.

Sebelumnya, mahasiswa yudisium dikalungkan selempang bertuliskan nama masing-masing. Diiringi langkah kaki setiap mahasiswa sesuai nama yang disebut, tampak rasa gembira dan bahagia menggelayuti hati para mahasiswa Politeknik Nunukan yang mengakhiri masa perkulihannya itu.

Sebanyak 135 mahasiswa yang diyudisium pada tahun ajaran 2018-2019 dari empat jurusan yakni Program Studi Teknik Alat Berat 15 orang, Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 20 orang.

Selanjutnya, Program Studi Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan 48 orang dan
Program Studi Administrasi Bisnis sebanyak 52 orang.

Usai acara yudisium, Ketua Politeknik Nunukan, Arkas Viddy PhD menyatakan, alumni PDD Politeknik Nunukan selama ini banyak terserap pada sejumlah perusahaan di luar Kalimantan Utara.

Baca Juga:  Jangan panik! Gempa Bulungan tak Berpotensi Tsunami
Prosesi Yudisium mahasiswa Poltek Nunukan
Pelaksanaan yudisium.mahasiswa Poltek Nunukan di Kantor Bupati Nunukan, Senin (30/9)

Hal ini diutarakan, karena lulusan perguruan tinggi di wilayah perbatasan ini memiliki program studi yang banyak dibutuhkan pada era globalisasi berorientasi industri.

Arkas mengungkapkan, alumni PDD Politeknik Nunukan telah terserap bekerja sekira 80 persen. Maka, alumni yang baru diyudisium ini diharapkan segera terserap pada lapangan kerja yang menjanjikan.

Mengenai Program Studi Pertaniab yang diusulkan Bupati Nunukab Asmin Laura Hafid, dia katakan, memang telah menjadi skala prioritas jurusan tersebut sejak awal didirikannya Poltek Nunukan.

Namun setelah diuji publik ternyata kurang diminati oleh masyarakat sehingga berada pada urutab kelima dari empat program studi saat ini.

Ketika Bupati Nunukan menginginkannya maka Poltek Nunukan akan memperhatikannya sebagai salah satu program studi pada tahun ajaran mendatang.

Baca Juga:  Anak Miskin Ini Gagal Wujudkan Impiannya Gara-gara Arogansi Sistim Zonasi

Catatan: PDD Politeknik Nunukan saat ini masih menjadi bagian dari Poltek Negeri Samarinda Kaltim.

Walaupun demikian, alumninya telah banyak terserap pada sejumlah perusahaan di Kaltara maupun luar Pulau Kalimantan.

Hanya saja, Arkas Viddy menyebutkan, sebagian alumni Poltek Nunukan menolak bekerja di luar Nunukan.

Maka sebagian alumninya masih belum mendapatkan pekerjaan meskipun jurusan dan keahliannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan industri di luar Kaltara.

Arkas mengaku, terus berupaya bekerja sama dengan perusahaan dan lembaga lainnya untuk mendorong alumninya agar mendapatkan pekerjaan yang layak. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here