Ribuan dos rokok diduga akan diselundupkan, ini klarifikasi pemiliknya

Dugaan Penyelundupan Rokok
Suasana bongkar muat rokok yang diduga akan dikirim keluar negeri di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Rabu (2/6)

Nunukan (BERANDATIMUR) – Puluhan truk mengangkut rokok dan melakukan pembongkaran di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kaltara secara bergantian sejak pukul 08.30 Wita.

Pantauan di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, rokok yang diangkut tersebut dikemas dalam dos bertuliskan “FORT” warna hijau dan ditempeli kertas bertuliskan “FOR TRANSCIPMENT IV TRANSIT ONLY”. Diduga tulisan “FORT” ini adalah merek rokok yang akan diselundupkan tersebut.

Berhubung, jumlahnya yang cukup banyak dimana setiap mobil truk mengangkut hingga 200 dos. Bahkan kapal kayu yang mengangkutnya terlihat kelebihan muatan “overcapasity”.

Puluhan buruh melakukan pembongkaran dan menyusun dos-dos rokok ilegal dari mobil truk maupun dalam kapal kayu bercat warna biru putih ini.

Informasi yang dihimpun di lokasi pembongkaran rokok yang diduga akan diselundupkan ke Filipina ini, sebanyak 28 mobil truk yang mengangkut dari gudang yang ada dalam area pelabuhan tersebut.

Rokok yang diduga tanpa pita cukai ini, diangkut menggunakan kapal kayu KM Myka Expresss warna biru putih. Jika dikalkulasi secara kasar, total rokok yang akan diselundupkan itu sebanyak 5.500 dos.

Data lain yang diperoleh awak media ini, pemilik rokok ini adalah seseorang bernama Anto. “Si Anto yang punya ini pak. Ada 28 mobil truk tapi satu truk yang tidak full,” ungkap seorang sumber di Pelabuhan Tunon Taka yang minta namanya dirahasiakan. (*)

Penulis : M Rusman

– Ini klarifikasi pemiliknya

Sekira pukul 14.00 Wita, orang yang mengaku bagian dari perusahaan yang akan mengekspor ribuan dos rokok yang sedang bongkar muat di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan menghubungi media ini.

Orang tersebut bernama H Laoding, yang mengaku mandor pelabuhan dari PT Bukit Arung selaku pemilik rokok tersebut. Melalui sambungan telepon, dia membenarkan sebanyak 28 mobil truk mengangkut rokok dari gudang berikat ke kapal kayu KM Myka Expres itu.

Namun dia membantah jumlahnya mencapai 5.500 dos tetapi hanya 3.000-an dos lebih. “Tidak benar itu kalau 5.500 dos tapi hanya sekitar 3.000-an dos lebih saja sesuai izin sesuai data yang diserahkan kepada bea cukai,” beber H Laoding.

Ia juga akui rokok tersebut adalah milik PT Bukit Arung sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang ekspor impor untuk delapan negara selama ini.

“Jadi perusahaan PT Bukit Arung ini berbadan hukum pada bidang ekspor impor,” ujar dia yang mengaku berada di Pelabuhan Tunon Taka saat menelpon.

H Laoding pun mengatakan, mengenai pemberitaan pada media online BERANDATIMUR tersebut akan diklarifikasi juga oleh Sumari, selaku bagian dari perusahaan PT Bukit Arung.

Sekaitan dengan keberadaan seseorang bernama Anto yang disebutkan pertama selaku pemilik rokok oleh sumber di Pelabuhan Tunon Taka, H Laoding membenarkan pula menjadi bagian dari perusahaan itu selaku juru bicara atau juru bahasa.

Alasannya, setiap mengekspor rokok keluar negeri dibutuhkan seorang juru bahasa asing.

Bahkan dia menyatakan PT Bukit Arung akan menggugat pemberitaan tersebut meskipun belum diklarifikasi karena tidak sesuai dengan data yang dimiliki.

Pada akhir pembicaraan, H Laoding pun meminta izin untuk memberikan nomor telepon kepada Sumari guna melanjutkan klarifikasi.

Hanya saja, sampai berita ini ditayangkan Sumari belum menghubungi untuk melakukan klarifikasi sehingga kewajiban untuk menayangkan pembicaraan dengan H Laoding selaku bagian dari perusahaan pemilik rokok ini. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here