Ribuan WNI positif korona di Malaysia, TKI non formal paling terdampak

Jakarta (BERANDATIMUR) – Angka penderita  COVID-19 di Malaysia terus mengalami peningkatan yang cukup pesat. Pada Rabu, 2 Juni 2021 negara tetangga kita ini mencatatkan 7.703 kasus positif harian.

Peningkatan tajam kasus COVID-19 ini membuat Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin memberlakukan tindakan lockdown nasional hingga 14 Juni mendatang.

Beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia juga tercatat terinfeksi virus corona ini.

Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono dikutip dari CNBC Indonesia pada Kamis, 3 Juni 2021 memperoleh data sebanyak 831 WNI positif COVID-19 di negara itu.

Namun dia memprediksi angka tersebut belum  sepenuhnya menggambarkan jumlah WNI positif Covid. Sebab diperkirakan ada 1.200 hingga 1.300 WNI yang terinfeksi di Malaysia.

“Data yang kita terima ada 831 tapi perkiraan saya ada 1.200 hingga 1.300 karena belum dilaporkan kepada kita,” beber dia.

Ia mengatakan bahwa mekanisme pelaporan COVID-19 yang dilakukan Malaysia sendiri langsung tercatat di data Kementerian Kesehatan Malaysia sehingga bila tidak dilaporkan kepada kedutaan maka pihak kedutaan tidak dapat mengetahui secara pasti angka warga negaranya yang positif Covid.

Selanjutnya dia menjelaskan bahwa KBRI Kuala Lumpur akan menempuh beberapa langkah yang diperlukan untuk menopang perekonomian para TKI yang terdampak lockdown ketat yang diberlakukan Pemerintah Malaysia saat ini.

“KBRI siap mengantisipasi bilamana kita perlu menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19,” kata Hemono.

Hingga saat ini secara agregat, jumlah kasus COVID-19 di Malaysia tercatat 587 ribu orang terkonfirmasi posifif dan 2.800 kasus kematian sejak pandemi melanda.

Sementara itu jumlah penambahan kasus harian di negara itu berada pada level 6.000 orang lebih.

– TKI informal paling terimbas lockdown Malaysia

Lonjakan kasus COVID-19 mendorong pemerintah Malaysia memberlakukan lockdown total selama dua pekan sejak 1 Juni 2021.

Hemono mengungkapkan aktivitas warga di aturan kuncitara ini tidak sesepi lockdown pertama mengingat ada 17 sektor yang diperbolehkan beroperasi terbatas.

Saat ini tekanan paling terasa di RS dan tenaga medis namun sejumlah antisipasi sudah disiapkan pemerintah. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here