Rp34 M bantuan korban pesawat Lion Air, ACT biaya Koperasi Syariah 212 dan belikan mobil truk

Dana Rp34 M Bantuan Korban Pesawat Lion Air, ACT Pakai Biayai Koperasi Syariah 2012
Logo ACT

Jakarta – Pengusutan dana kemanusiaan yang dikumpulkan oleh lembaga filantropi Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah memasuki tahap lanjutan. Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka.

Salah satu dugaan penyelewengan dana yang dikumpulkan lembaga ini untuk bantuan korban pesawat Boeing sebesar Rp34 miliar. Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf membeberkan penggunaan dana Boeing senilai Rp34 miliar tersebut seharusnya disalurkan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air.

Namun ACT digunakan untuk membeli mobil truk, membiayai Koperasi Syariah 2012 dan gaji pengurusnya. Diketahui, ACT berhasil mengumpulkan dana untuk keluarga korban pesawat ini sebanyak Rp138 miliar.

Baca Juga:  Berpakaian Serba Hitam Menyerobot Masuk Mabes Polri, Terduga Teroris Ditembak

“Total dana yang diterima ACT dari Boeing kurang lebih Rp138 miliar. Kemudian digunakan untuk program yang telah dibuat oleh ACT kurang lebih Rp103 miliar dan sisanya Rp34 miliar digunakan tidak sesuai peruntukannya,” tutur Helfi di gedung Humas Polri, Jakarta, pada Senin 25 Juli 2022.

Helfi merinci dari Rp34 miliar dana yang digunakan tidak sesuai peruntukkannya masing-masing pengadan armada truk sebesar Rp2 miliar, program terkait food boost Rp2,8 miliar, pembangunan Pesantren Peradaban Tasikmalaya Rp8,7 miliar, Koperasi Syariah 212 Rp10 miliar, termasuk dana talangan untuk dua perusahaan, masing-masing Rp3 miliar, dan Rp8 miliar.

Baca Juga:  Terbongkar! Eks Bendum Demokrat Nazaruddin beberkan kebiasaan AHY saat kunjungan ke DPD/DPC minta disiapkan dana Rp500 juta

“Selain itu, juga digunakan untuk gaji para pengurus yang sekarang sedang dilakukan rekapitulasi dengan tim kami yang tadi disampaikan akan dilakukan audit kepada ACT,” sebut Helfi.

Setelah dilakukan penyidikan dengan beberapa kali pemeriksaan, Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka yakni Ahyudin mantan Direktur ACT, Ibnu Khajar Direktur ACT sekarang, Heriyana Hermani, dan Noviardi Imam Akbari.

“Terkait empat orang yang telah disebutkan tadi, pada pukul 15.50 WIB telah ditetapkan sebagai tersangka,” tutur Helfi lagi.

Hanya saja, Bareskrim Polri belum melakukan penahanan terhadap keempat tersangka karena Dirtipideksus masih melakukan diskusi internal. (*)

Baca Juga:  Punya rencana amaliyah di kantor polisi, mahasiswa Malang ditangkap Densus 88

Sumber: Bisnis.com
Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here