Rumah Isolasi Penderita HIV AIDS di Flotim, Mirip Kandang Kambing

Rumah Singgah Penderita HIV AIDS di Flores Timur Mirip Kandang Kambing
Begini kondisi rumah singgah ratusan penderita HIV AIDS di Kabupaten Flores Timur yang mirip kandang kambing Kamis malam (1/12)

Larantuka (BERANDATIMUR) –  Komisi Penanggulangan HIV AIDS (KPA) Kabupaten Flores Timur, NTT menyayangkan kondisi rumah penampungan atau disebut dengan istilah rumah singgah bagi penderita HIV AIDS yang mirip kandang kambing.

Padahal diperkirakan ratusan penderita HIV-AIDS atau Orang Dengan HIV-AIDS yang membutuhkan penanganan di rumah tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Kordinator Bidang Perencanaan Anggaraan dan Keuangan KPA Flores Timur, Yosep Marsiananus Matutina pada Kamis malam, 1 Desember 2022.

Ia katakan kondisi rumah singgah ODHA di Flores Timur ini memang sangat memprihatinkan akibat tidak adanya perhatian pemerintah daerah (Pemda) setempat.

“Kondisi keadaan rumah singgah bagi ODHA di Flotim sunguh sangat memprihatinkan,” ungkap Yosep pada ibadat peringatan Hari HIV-AIDS Sedunia.

Baca Juga:  Merasa Dirugikan, Nasabah Gugat BPR Larantuka

Sampai saat ini, lanjut dia, belum ada perhatian khusus dari Pemkab Flores Timur terhadap penderita HIV-AIDS.

“Silahkan teman-teman sendiri melihat kondisi rumah singgah ODHA kita saat ini. Saya tidak bisa bicara lebih banyak tentang intervensi pemda terhadap ODHA dan itu memang faktanya hingga saat ini tidak ada perhatian serius dari pemda terhadap ODHA,’ imbuh dia.

Disisi lain, keprihatinan KPA ODHA sendiri juga dibenarkan salah seorang penderita HIV-AIDS yang menempati rumah penampungan itu.

Luas rumah singgah yang menampung puluhan ODHA ini berukuran 4×6 meter terdiri dari dua kamar tidur. Lantai terbuat dari campuran beton dengan dinding dari bambu.

Sementara penderita HIV-AIDS di Kabupaten Flores Timur mencapai ratusan orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, beber seorang ODHA yang minta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga:  Desa Peusawa jadi tuan rumah perayaan hari besar keagamaan di Omesuri

Rumah singgah atau penampungan itu terletak di Kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka, Flores Timur.

Ia mengungkapkan, rumah singgah berukuran kecil itu tidak bisa menampung penderita makanya sebagian besar tetap tinggal di rumahnya.

Rumah singgah itu hanya memiliki dua tempat tidur.

“Disini hanya ada dua kamar tidur dan dua tempat tidur kaka, sedangkan ODAH di Flotim ini banyak sekali bisa sampe ratusan orang, kalau sewaktu – waktu di kumpulkan seperti saat sekarang ini sudah pasti tidak muat,” ungkap penderita HIV-AIDS ini.

Sementara ada penderita HIV-AIDS yang masih membutuhkan pengawasan intens dari KPA di daerah itu. Tentunya seharusnya menetap di rumah singgah itu.

Baca Juga:  Warga Omesuri keluhkan PLN sering matikan listrik selama Ramadhan

“Kami beberapa orang ODHA ni bae tinggal di rumah masing – masing, sesekali baru datang ke sini tetapi kasihan beberapa teman – teman ODHA lain ni harus berbagi tempat di dalam kesempitan rumah singgah ini,” tandasnya. (*)

Reporter: Yakobus Elton Nggiri
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here