Sabu 7,4 kg asal Malaysia diamankan di Makassar diduga melalui Nunukan

Pengungkapan Kasus Sabu-Sabu Jaringan Internasional di Makassar
Pres rilis pengungkapan kasus sabu-sabu asal Malaysia seberat 7,4 kilo gram oleh Polrestabes Makassar, Rabu (20/7).

Makassar (BERANDATIMUR) – Dalam satu minggu ini, aparat kepolisian di Sulawesi Selatan berhasil mengamankan dua kasus penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia yang masuk melalui jalur laut.

Pertama kali penangkapan terhadap perempuan di Kabupaten Pinrang seberat 1 kilo gram dan sekarang di Kota Makassar seberat 7,4 kilo gram. Kedua kasus ini diketahui, barang bukti sabu-sabu berasal dari Malaysia yang masuk ke Sulawesi Selatan menggunakan jalur laut diduga melalui Kabupaten Nunukan.

Penangkapan sabu-sabu seberat 7,4 kilo gram ini dibenarkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan dengan mengamankan dua orang berinisial R (27) dan M (21).

Baca Juga:  Selama Ramadhan, Polresta Mamuju 3 Kali Patroli Memastikan Kondusifitas Masyarakat

Barang bukti ditemukan di lokasi kejadiannya di Jalan Maccini, Kota Makassar pada Kamis, 14 Juli 2022.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Budhi Haryanto pada Rabu 20 Juli 2022 menjelaskan, sabu-sabu tersebut rencananya diedarkan di wilayah kerjanya. Sabu-sabu yang diamankan tersebut, kata dia, merupakan jaringan internasional asal negeri jiran Malaysia yang masuk ke Kota Makassar melalui jalur laut.

Penangkapan R dan M ini, bermula dari informasi dari masyarakat. Dimana, seorang pengedar ditangkap terlebih dahulu dengan barang bukti seberat 12 gram. Lalu dikembangkan dan ditangkap R dan M.

Baca Juga:  Ketua RT di Barombong Pungut Uang Keamanan Kompleks Perumahan, Ternyata Disalahgunakan?

Komisaris Besar Budhi Haryanto mengungkapkan, penangkapan narkotika jenis sabu-sabu kali ini merupakan paling besar.

Atas perbuatannya, R dan M selaku pemain lama dalam peredaran narkoba di Kota Makassar dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2, dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun hingga maksimal seumur hidup. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here