Sabu-Sabu 20 Kg Dikirim Via KM Thalia, Ditangkap di Parepare Milik H Agussalim, Warga Sidrap

Nunukan (BERANDATIMUR) – Tak pernah berhenti, Malaysia terus “mengekspor” narkotika jenis sabu-sabu ke Indonesia oleh oknum tak bertanggungjawab melalui Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Pada Nopember 2022 lalu, sabu-sabu seberat 20 kilo gram kembali masuk ke Indonesia melalui Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.

Barang bukti itu, “diimpor” secara ilegal oleh H Agussalim, warga Kabupaten Sidrap, Sulsel dijemput oleh Arsyad di Pulau Sebatik saat dikirim dari Tawau, Sabah, Malaysia.

Arsyad ini beralamat di Sei Nyamuk Pulau Sebatik bekerja sama Akmal alias Black yang menjemput di penyeberangan ilegal Jembatan Tri Putri (Haji Putri) di Gang Kakap RT 17 Kelurahan Nunukan Timur.

Akmal yang ditangkap di Cafe Normal Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan ini alamatnya di Jalan Manunggal Bakti RT 12 Kelurahan Nunukan Timur.

Lolosnya sabu-sabu 20 kilo gram ini, berkat kerja sama jaringannya antara pemasok di Sabah, Malaysia yang diekspor ke Indonesia tujuan Kabupaten Sidrap.

Sabu-Sabu ini diangkut menggunakan KM Thalia dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan ke Pelabuhan Ajatappareng Kota Parepare, Sulsel pada 18 Nopember 2022 sekitar pukul 14.40 WITA.

Baca Juga:  Harga Bumbu Masak di Nunukan Mulai Turun, Sempat Melonjak Tajam Selama Sebulan

Informasi dari BNN Kabupaten Nunukan, pengungkapan penyelundupan sabu-sabu ditangkap di Pelabuhan Ajatappareng Parepare yang dijemput oleh dua pria bernama Sukriadi dan Rudi (keduanya warga Kabupaten Wajo) atas perintah Supriadi suruhan H Agus Salim (pemilik barang).

Hal ini terungkap pada pres rilis akhir tahun Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan pada Rabu, 21 Desember 2022.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan
Emmanuel Henry Wijaya menguraikan kronologis pengungkapan sabu-sabu 20 kilo gram tersebut.

Ia menjelaskan, pengungkapan ini ditangani langsung BNN RI yang datang ke Kabupaten Nunukan bekerja sama instansi terkait seperti Bea Cukai dan BNNK Nunukan sendiri.

Setelah mendapatkan informasi valid keberadaan sabu-sabu itu di Kabupaten Nunukan dan diangkut ke Parepare menggunakan KM Thalia, tim terus memantau pergerakan orang-orang yang dicurigai selaku perantaranya yakni M Arsyad, warga RT 10 Sei Nyamuk Pulau Sebatik dan Akmal, warga Pulau Nunukan.

Pengungkapan 20 Kg Sabu-Sabu Oleh BNN RI
Tersangka M Arsyad, warga Sei Nyamuk dan Akmal, warga Jalan Manunggal Bakti RT 12 Kelurahan Nunukan Timur

Hanya saja, tidak bisa dilakukan penangkapan barang bukti yang dibungkus karung yang dikemas dalam bungkusan Milo ini di atas kapal karena tidak ada pemiliknya.

Baca Juga:  BNNK Nunukan Ajak Pers Jadi Relawan Anti Narkoba

Penangkapan dapat dilakukan pada saat tiba di Pelabuhan Ajatappareng Parapare dimana dua pria (Sukriadi dan Rudi) menjemput di kapal. Akhirnya kedua pria ini diringkus oleh tim dari BNN RI dan langsung dilakukan pengembangan.

Diketahuilah, pria bernama Supriadi pertama kali ditangkap. Setelah itu, dua pria bernama Sukriadi (45) dan Rudi (35) yang menjemput lima karung berisi sabu-sabu atas suruhan M Arsyad.

Sesuai pengakuan M Arsyad, selaku pengendali sabu-sabu ini di Pulau Sebatik bahwa pengiriman ke Pulau Nunukan untuk dinaikkan ke KM Thalia dititipkan kepada seorang pedagang yang beralamat di Pasar Baru Kelurahan Nunukan Utara.

Setibanya di Jembatan Tri Putri (Haji Putri) dijemput oleh Akmal alias Black dan dinaikkan ke KM Thalia di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan menggunakan jasa seorang buruh pelabuhan.

Emmanuel menyatakan, setelah Supriadi ditangkap maka tim langsung mencari keberadaan H Agus Salim selaku pemesan atau pemilik sabu-sabu itu. Ditangkaplah di Kabupaten Sidrap.

Sedangkan M Arsyad (47) dan Akmal (30), juga langsung diringkus pada lokasi yang berbeda.

“Kedua orang ini memang langsung dipantau terus pergerakan selama barang bukti sabu-sabu berada di atas kapal hingga penangkapannya di Pelabuhan Parepare. Ketika barang bukti diamankan maka M Arsyad dan Akmal juga langsung diringkus,” terang Brigadir Pol Rahmat, seorang tim pemberantasan narkoba di BNN Kabupaten Nunukan pada hari yang sama.

Baca Juga:  Ubah Nama Pelabuhan, Masyarakat Adat Kalimantan Protes PT Pelindo Nunukan

Selain mengamankan 4 orang di Sulsel, BNN Kabupaten Nunukan juga mengamankan dua orang dan kini sudah ditetapkan tersangka.

Namun, barang bukti dan semua tersangka ditangani langsung BNN RI di Jakarta.

Khusus H Agus Salim, warga Kabupaten Sidrap yang memesan sabu-sabu ini masih dalam proses pemeriksaan oleh BNN RI.

Menurut Rahmat, pengakuan M Arsyad sudah dua kali meloloskan sabu-sabu dari Malaysia ke Parepare. Sebelumnya seberat 10 kilo gram dengan iming-iming uang puluhan juta rupiah. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here