Saksi Parpol Ribut Soal Mekanisme Pembacaan Hasil Penghitungan Suara

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РRapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan Kalimantan Utara berlangsung alot dan ribut akibat saksi partai politik berbeda pandangan soal mekanisme pembacaan hasil penghitungan suara oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Hari kedua rapat pleno yang dilaksanakan di Hotel Lenfin, Jumat (3/5) siang adalah pembacaan hasil penghitungan perolehan suara calon anggota DPRD provinsi.

Namun terjadi perbedaan pandangan soal mekanisme dimana ada yang menyetujui langsung membacakan penggunaan surat suara dan perolehan suara parpol dan caleg. Tidak perlu dibaca keseluruhan demi mempersingkat waktu.

Saksi lainnya menolak dimana menginginkan seluruhnya harus dibacakan mulai dari daftar pemilih tetap (DPT) hingga perolehan suara parpol dan caleg.

Baca Juga:  Bacawabup DAMAI Dikabarkan COVID-19, Begini Tanggapan KPU Nunukan

Sebagaimana diungkapkan saksi dari Partao Demokrat, Husnuddin dan Rendy dengan alasan jika tidak dibacakan secara keseluruhan dikhawatirkan ada selisih atau tidak sinkron sehingga dapat menimbulkan masalah kelak.

Hanya saja, mekanisme pembacaan dengan cara sebagian saja dalam sertifikat hasil penghitungan suara telah disepakati pada awalnya. Semua saksi menyetujuinya atau tidak keberatan.

Anehnya, begitu sesi kedua usai isoma tiba-tiba saksi dari Partai Demokrat ini menolak kesepakatan awal tersebut.

Akhirnya terjadi perdebatan sengit dengan suara keras dan lontaran kata-kata yang sedikit emosional.

Seperti saksi Partai Golkar yang menilai penolakan saksi Partai Demokrat ini tidak konsisten karena penolakan dilakukan dipertengahan acara.

Baca Juga:  Logo HUT Kaltara ke-9 mengusung seekor burung Enggang, begini filosofinya

Perdebatan yang sedikit emosional ini, Ketua KPU Nunukan, Rahman meminta pendapat bawaslu terkait perbedaan pandangan saksi-saksi yang hadir.

Saksi Partai Demokrat Rendy (berdiri) dan Husnudin.

“Saya minta pendapat bawaslu soal ini,” pinta dia.

Komisioner Bawaslu Nunukan, Abdul Rahman dengan diplomatis menyatakan, sehubungan tidak menghadiri rapat pleno terbuka pada pagi hari sehingga segala keputusan diserahkan kepada KPU Nunukan.

“Saya tidak memberikan pandangan karena bukan saya yang ikuti pada pagi hari tadi. Jadi saya serahkan kepada KPU untuk mengambil keputusan,” ujar Abdul Rahman.

Atas saran Bawaslu Nunukan ini, Komisioner KPU Nunukan, Kaharuddin langsung bersikap dengan mengatakan, pembacaan sertifikat penghitungan suara dibacakan secara keseluruhan oleh PPK.

Baca Juga:  Pengepul Nunukan Pertanyakan Kepastian Ekspor Rumput Laut

Berkat keputusan yang cepat tersebut akhirnya pembacaan hasil penghitungan suara oleh PPK Krayan.

Jaga persatuan dan kesatuan meskipun beda warna partai dan kepentingan!!! 

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here