Nunukan (berandatimur.com) – Tim SAR yang melakukan pencarian hari kelima terhadap Bayu, bocah berusia 9 tahun yang dilaporkan hilang di hutan Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan, Kaltara dengan menyusuri sungai.

Tim yang terdiri dari basarnas, relawan, kepolisian dan TNI AD serta masyarakat dibagi menjadi dua regu.

Regu pertama menyusuri darat sepanjang sungai dan regu kedua dengan menyusuri sungai menggunakan perahu bermesin atau katinting.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara, Octavianto di Balikpapan, menyatakan, pencarian pada H+5 Minggu (22/7) dimulai pukul 09.45 wita dengan memfokuskan pada tepi sungai yang berada di sekitar area hilangnya korban.

Baca Juga:  Untung-Rugi Hasil Perundingan Tapal Batas Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik
Tim SAR menuju perahu yang akan digunakan menyisir sungai mencari korban Bayu pada hari kelima.9

Penyusuran sungai ini dilakukan karena tim SAR mencurigai korban Bayu yang masih duduk di kelas 3 SD ini menuju sungai terdekat.

“Untuk memaksimalkan pencarian, tim dibagi dua regu dimana regu pertama menyisir pinggir-pinggir sungai di darat dan regu kedua menyisir menggunakan perahu bermesin atau katinting,” ujar Octavianto.

Pada hari kelima, pencarian sempat terhenti disebabkan lokasi pencarian diguyur hujan deras sekira pukul 14.35 wita sehingga memaksa tim berteduh di pepohonan di tepi sungai.

Tim SAR juga mengalami kendala, kata dia, ketiadaan jaringan telekomunikasi di area pencarian.

Baca Juga:  Tinjau Tenda Roboh, Menag Malah Diajak Swafoto oleh Jamaah Haji

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here