Sejumlah Instansi Sepakat Awasi Perlintasan TKI Ilegal

Nunukan (berandatimur.com) – Maraknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menyeberang ke Tawau Negeri Sabah, Malaysia menggunakan jalur ilegal atau dikenal jalur tikus menyebabkan sejumlah kecelakaan di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Meskipun kecelakaan telah terjadi pula sebelum peristiwa terakhir Jumat (29/6) malam, namun baru kali ini instansi terkait dengan penanganan TKI ilegal bermusyawarah.

Pertemuan yang dihadiri Imigrasi, BP3TKI, TNI dan kepolisian serta Pemkab Nunukan di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Kamis (5/7) melahirkan sebuah kesepakatan yang disampaikan kepada pemerintah pusat.

Sebagaimana yang dikatakan, Kepala Imigrasi Kelas II Nunukan, Ferry Herling Ishak Shout usai pertemuan di Nunukan, Kamis menjelaskan, sebenarnya instansinya punya langkah tersendiri dalam mencegah penyeberangan TKI secara ilegal.

Baca Juga:  Evi Masamba Segera Akhiri Masa Lajang Dengan Pria Morowali

Namun langkah tersebut belum tentunya sesuai dengan keinginan instansi lainnya di Kabupaten Nunukan. Oleh karena itu, pada pertemuan yang turut dihadiri perwakilan dari Konsulat RI Tawau menyamakan persepsi soal solusi penanganan TKI ilegal tersebut.

Sehubungan dengan letak geografis Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah, Malaysia maka perlu mendapatkan perhatian khusus terkait dengan TKI ilegal tersebut.

“Dari hasil pertemuan ini ada satu rekomendasi yang nanti kita kirim kepusat dan kita kan menunggu hasil keputusan pusat bagaimana tanggapanya jika oke, jalan lebih baik jika di dukung dengan personil atau anggaran dari pusat lebih bik lagi,” Ujar Ferry.

Baca Juga:  Malaysia Usir Lagi TKI Bermasalah

Ferry juga menyinggung perlintasan ilegal di Kecamatan Lumbis Ogong tepatnya di jalur Labang. Untuk penangannya tidak mudah selain kondisinya yang sulit juga membutuhkan dana yang besar.

Perlintasan di Lumbis Ogong bukan digunakan oleh TKI ilegal tetapi masyarakat setempat yang sudah berlangsung sejak dahulu kala. Sebab masyarakat setempat memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Malaysia.

Kantor Imigrasi Nunukan mencatat, sejak Januari 2018 hingga Juni 2018 sebanyak 700 TKI ilegal yang telah dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia karena bekerja tanpa dokumen yang sah.

Pantauan langsung berandatimur.com dan informasi yang dihimpun, maraknya TKI menyeberang melalui jalur ilegal karena adanya konspirasi antara calo atau tekong dengan aparat keamanan di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.

Baca Juga:  Kenapa Polisi Gencar Tangkap TKI Ilegal Pasca Kecelakaan Sebatik

Pemberangkatan TKI ilegal ke Negeri Sabah seringkali tampak di depan mata tetapi tidak dilakukan pencegahan oleh instansi terkait di Kabupaten Nunukan.

Pencegahan pemberangkatan TKI ilegal ke Negeri Sabah perlu kerja sama dan komitmen yang disertai ketegasan seluruh instansi terkait. (An/Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here