Sekda Flores Timur diperiksa sebagai tersangka dugaan korupsi dana COVID-19

Sekdakab Flores Timur Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana COVID-19
Sekdakab Flores Timur Paulus Igo Geroda sebelum ditetapkan menjadi tersangka Dugaan Korupsi Dana COVID-19

Larantuka (BERANDATIMUR) – Tim penyidik tindak pidana khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Flores Timur, NTT memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Flotim, Paulus Igo Geroda sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana COVID-19.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Flotim, Cornelis S. Oematan kepada wartawan, Jumat 16 September 2022. “Benar sesuai jadwal pemeriksaan Sekdakab Flores Timur, Paulus Igo Geroda diperiksa hari ini,” ujar dia.

Sekda Flores Timur dijadikan tersangka selaku Ketua Satgas Percapatan Penanganan COVID-19 dan Ex Officio Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dengan Bendahara dan Pelaksana Kepala BPBD Flores Timur. 

Baca Juga:  LSM Anti Korupsi minta AHB jadi justice collaborator kasus dugaan korupsi dana COVID-19 di Flores Timur

Sebagai informasi, dana percepatan penanganan COVID-19 tahun anggaran 20220 senilai Rp6 miliar.

Cornelius menyatakan, Sekdakab Flores Timur tidak memenuhi panggilan penyidik pada saat ditetapkan menjadi tersangka kasus pidsus pada Kamis 15 September 2022 dengan alsan sakit.  Namun tidak ada pemberitahuan secara resmi dari bersangkutan.

Ketika ditanya apakah tersangka Paulus Igo Geroda bakal ditahan, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Sikka mengatakan perihal penahanan menjadi kewenangan penuh Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur berdasarkan berbagai pertimbangan dan dasar hukum yang ada.

Kejari Flores Timur telah menetapkan tiga tersangka pada kasus ini yakni PLT selaku Bendahara Pengeluaran BPBD Kabupaten Flores Timur, AHB selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Flores Timur, dan PIG selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur.

Baca Juga:  Jaringan Pelaku Bom Makassar Digerebek, Disita 5 Bom Rakitan dan Bahan Peledak

Tersangka ABH langsung ditahan di Rutan Kelas IIB Larantuka pada Kamis, 15 September 2022. Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Sekdakab Flores Timur dan PLT belum ditahan karena tidak menghadiri panggilan penyidik Kejari Flores Timur pada saat itu. 

Cornelis menyebutkan, berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP nomor PE.03.03/SR 294/PW24/5/2022 tanggal 16 Agustus 2022 atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana COVID-19 pada BPBD Kabupaten Flores Timur TA. 2020 terjadi penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.569.264.435. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here