Sekelompok Pemuda Wonomulyo Dirikan Warung Gratis Bagai Kaum Dhuafa

Polewali Mandar (BERANDATIMUR.COM) – Sekelompok pemuda di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat mendirikan warung makan gratis bagi kaum dhuafa khususnya buruh-buruh di Pasar Sidodadi Wonomulyo.

Berbagi bukan tentang seberapa besar dan harganya yang kau berikan, namun seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang kau berikan kepada orang sangat yang membutuhkan. Itulah prinsip sosial bagi kelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas 2000 Berbagi tersebut.

Pemuda-pemudi yang ada di Wonomulyo ternyata punya jiwa sosial, walaupun hidupnya sendiri sangat sederhana. Namun prinsip pergerakan yang mengutamakan bersedekah dengan memberi makan secara gratis bagi banyak orang yang tidak mampu atau kaum dhuafa melalui warung yang didirikannya.

Ketua komunitas ini bernama Abd Razak Ismail yang beralamat di Jalan Padi Unggul II Kelurahan Sidodadi, mengaku ide awal mendirikan rumah makan gratis, setelah timbul rasa iba terhadap banyak pencari kerja di Pasar Sentral Wonomulyo ini.

Seperti tukang becak/ojek, tukang parkir, dan buruh mobil truk yang harus mengorek hasil jerih payahnya yang didapatkannya hanya untuk makan siang. Sementara pemasukan yang diperolehnya pas-pasan bahkan tidak cukup untuk menghidupi keluarganya.

Baca Juga:  Kepala UPT Puskesmas Waiklibang: Atasi Kekurangan Dengan Senyuman

Dia menambahkan kebanyakan mereka yang mencari nafkah di seputaran Pasar Sentral Wonomulyo rata-rata dari desa bahkan dari luar Kecamatan Wonomulyo sendiri.

“Kami sangat prihatin akan hasilnya, uang yang tadinya mau dibawa pulang atau ditabung tidak jadi karena dibelikan makanan siang atau malam,” ucap Abdul Razak kepada awak media ini.

Atas dasar keprihatian dan kepeduliannya itulah, maka dia bersama kawan-kawannya membuka rumah makan gratis bagi pekerja kasar di daerah itu. Berkat ketulusan dan keikhlasan hati untuk membantu kaum dhuafa akhirnya terjawab.

Pemuda Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polman yang peduli kepada kaum dhuafa dengan merehabilitasi rumah seorang warga kurang mampu.

Dimana warga setempat mulai meliriknya sehingga banyak yang bersedia menyumbangkan hartanya baik dari kalangan pengusaha, pedagang, ASN sampai dengan masyarakat biasa yang ada di Wonomulyo dan sekitarnya.

Seorang tukang becak yang enggan disebut namanya, menuturkan kehadiran Komunitas 2000 Berbagi sangat membantu dirinya karena semua jerih payahnya selama seharian sudah bisa membeli beras dan ikan, selebihnya bisa dibawa pulang ke rumah.

Baca Juga:  Nunukan Siap Ikuti Enam Kategori Lomba Desa Inovatif

Saat ini rumah makan gratis masih eksis dan semakin berkembang. Niat mulia Komunitas 2000 Berbagi yang pertama di Sulawesi Barat tergolong sukses karena banyak memberikan manfaat bagi khalayak ramai.

Tak hanya kaum dhuafa dan anak yatim piatu membutuhkan, tetapi juga rel pahala bagi orang yang ingin bersedekah berupa uang, makanan dan kebutuhan lainnya.

Komunitas 2000 Berbagi ini didirikan tanggal 17 Desember 2017 dengan modal awal sumbangan orang mulai dari uang seribu dan dua ribu.

“Alhamdulillah sampai sekarang ini masih tetap mengalir sumbangan walaupun nilainya tidak seberapa tetapi bagi kami lebih dari cukup. Karena kami punya keyakinan komunitas ini tetap ada untuk para kaun dhuafa dan anak yatim piatu,” tegas Abd Razak Ismail.

Selain mendirikan rumah makan gratis, komunitas ini juga bergerak di bidang sosial lainnya. Yakni pernah memberikan bantuan dana pengobatan kepada balita penderita bibir sumbing, membantu sebuah sepeda bagi siswa yatim piatu yang jarak rumahnya jauh dari sekolahnya,.

Lalu, menyediakan print out bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu untuk penyelesaian tugas-tugas sekolah. Membagikan ribuan buah kitab suci Al-quran dan barazanji kepada TPA serta masyarakat yang membutuhkannya.

Baca Juga:  Bijak, Tangan Dingin Andi Ibrahim Masdar (AIM) Ubah Wajah Kabupaten Polman

Bahkan pernah buka puasa bersama seribu anak yatim piatu, bahkan pada lebaran Idul Adha 2018 melakukan pemotongan hewan qurban yang dibagikan kepada kaum dhuafa di daerahnya.

Abd Razak Ismail dengan Komunitas 2000 Berbagi, sangat mengharapkan para dermawan terkhusus pemerintah agar memiliki perhatian pada komunitasnya dengan memberikan bantuan.

Sebab, apa yang dilakukannya hanya niat suci yang bersandar kepada hadits nabi yang diriwayatkan oleh HR At-Tarmizi, yaitu sayangilah yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangi kalian. (*)

Reporter: Almadar Fattah
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here