Semarakkan Hari Pramuka Nasional, siswa siwi SMP Satap Bugalima tanam ribuan bakau

Penanaman Bakau oleh Siswa Siswi SMPN Satap Bungalima, Adonara
Siswa siswi SMPN Satap Bungalima Adonara menanam bakau pada Hari Pramuka Nasional, Minggu (14/8). FOTO: Yakobus Elton Nggiri/BERANDATIMUR.COM

Larantuka (BERANDATIMUR) – Rangkaian Hari Pramuka Nasional dan kepedulian terhadap lingkungan, siswa siswi SMP Negeri Satap Bugalima Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT menanam ribuan bakau (mangrove).

Penanaman bakau ini merupakan salah satu agenda dalam kemping bersama oleh sekolah ini pada Minggu, 14 Agustus 2022.

Kepala SMP Negeri Satap Bugalima, Dionisia Maria Dae Apeliling mengatakan penanaman 1.000 mangrove ini sengaja dilakukan bertepatan dengan Hari Pramuka Nasional.

“Dalam memperingati Hari Pramuka Nasional yang jatuh pada hari ini 14 Agustus, kami dari SMP Negeri Satap Bugalima mengadakan kemping bersama dan di dalam kegiatan tersebut kita masukan beberapa materi-materi salah satunya yaitu mencintai lingkungan dengan karya nyatanya kita lakukan penanaman 1.000 anakan pohon bakau hari ini,” terang Maria.

Baca Juga:  Warung mie ayam berbahan dasar daun kelor kini hadir di Larantuka 

Lokasi penanaman bakau ini di Pantai Wairita yang sering terdampak abrasi. “Setiap tahun semakin naik abrasinya dan tinggal beberapa meter saja sudah sampai ke pemukiman karena itu dimomen Hari Pramuka ini kami mengajak anak-anak untuk peduli dengan lingkungan yaitu dengan menjaga pantai kita ini,” ujar dia.

Sementara Kepada Desa Bugalima Yohanes Rikardus Baka Tukan yang hadir dalam kegiatan penanaman bakau tersebut sangat mengapresi kegiatan yang dilakukan SMPN Satap Bungalima.

“Semangat menjaga lingkungan dari adik-adik SMP satap Bugalima ini luar biasa, dan ini patut dicontohi oleh anak-anak muda lain sebagai generasi penerus bangsa,” sebut Kades ini.

Baca Juga:  Puluhan Rumah dan Warga Tertimbun Longsor Gunung Ile Bodeng, Flotim

Ia mengakui seribu anakan bakau didatangkan dari Larantuka daratan dengan pembiayaan dari Dana Desa (DD). “Kalau kita pihak pemerintah tidak sigap sebagian wilayah daratan kita cepat digerus habis oleh abrasi,” imbuh dia.

Menurut Yohanes, penanaman mangrove ini selain dapat mencegah instrusi air laut, erosi dan abrasi pantai juga membentuk ekosistem baru bagi habitat hewan air seperti udang, ikan dan kepiting bakau.

“Pentingnya menanam bakau karena selain mecegah abrasi juga dapat membentuk ekosistem baru seperti hewan-hawan air dan masyarakat tidak susah-susah mencari ikan sampai ke tengah laut,” lanjut Kades Bugalima ini.

Oleh karena itu, dia berharap kepada masyarakat di desa itu khususnya anak-anak muda agar terus menumbuhkan rasa kecintaannya terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Usai Bunuh Dua Anak Kandungnya, Pelaku Sembunyi di Pohon

“Jika 1.000 anakan pohon ini hidup maka bukan tidak mungkin Desa Bugalima mempunyai destinasi wisata yaitu Hutan Manggrove. Maka dari itu saya mengajak seluruh masyarakat terlebih kaum muda generasi penerus untuk tetap menjaga pantai wairita ini,” kata dia. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here