Penyelundupan dari Malaysia ke Parepare Makin Marak, Siapa yang Diuntungkan?

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Aksi penyelundupan produk-produk Malaysia melalui Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara tujuan Sulawesi Selatan semakin marak. Siapa yang diuntungkan aksi pelanggaran tersebut.

Informasi yang dihimpun di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Rabu, 25 September 2019 menyebutkan, produk Malaysia yang sering diselundupkan ke Parepare Sulsel adalah karpet, pipa/selang dan pakaian bekas.

Masih dari sumber yang dirahasiakan identitasnya mengatakan, karpet dan pipa/selang warna hitam yang ditemukan di atas KM Thalia didrop pada malam hari hingga siang hari secara tersembunyi.

Produk-produk ini diangkut dua kali sepekan menggunakan KM Thalia dan KM Cattleya tujuan Parepare dalam jumlah yang cukup besar.

Baca Juga:  Lakalantas di Adonara Flotim, pelajar SMP tewas 

Pantauan di KM Thalia ditemukan, karpet yang terbungkus memanjang dan selang air dalam bentuk gulungan itu ditumpuk di atas barang bawaan penumpang.

Sehubungan semakin maraknya penyelundupan produk Malaysia ke Parepare ini telah bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2019 tentang Perdagangan Perbatasan dan Barter Trade Agreement 1970.

Penyelundupan Produk Malaysia
Tumpukan produk Malaysia berupa karpet dan selang air warna hitam hasil selundupan siap diangkut ke Parepare Sulsel menggunakan KM Thalia, Rabu (25/9)

Namun tidak ada pelarangan dari instansi terkait sehingga menjadi pertanyaan SIAPA YANG DIUNTUNGKAN dari tindakan tersebut.

Sementara hasil penelusuran di laman Kementerian Perdagangan RI dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tidak ditemukan perusahaan impor di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  Kejagung bakal periksa Luhut dan anak bungsu Jokowi terkait kasus minyak goreng 

Perusahaan CV Filzah yang mengaku memiliki izin impor selama ini rutin mendatangkan karpet pun tidak ditemukan dalam laman Kemendag RI sebagai lembaga yang berhak memberikan izin impor dan ekspor.

Jefri selaku pemilik CV/PT Filzah yang dihubungi via WhatsApp, Rabu sore, 25 September 2019 tidak memberikan jawaban hingga berita ini ditulis.

Sebelumnya Jefri pernah mengutarakan, aksi penyelundupan karpet yang dilakukannya telah mendapatkan persetujuan dari instansi terkait.

Alasan itulah yang dijadikan dasar untuk  melakukan aksi-aksinya secara terbuka masuk ke Kabupaten Nunukan.

Pembongkaran barang selundupan ini biasa dilakukan di salah satu sungai di Kelurahan Nunukan Utara pada malam hari.

Baca Juga:  Kosmetik selundupan tak bertuan tangkapan Satgas Pamtas, diajukan untuk dimusnahkan

Lalu diangkut menggunakan kendaraan roda enam ke gudang miliknya.

Pernah juga ditemukan mobil truk enam roda mengangkut karpet ke salah satu rumah di Perumahan Lestari Tepian Jalan Lingkar Kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here