MAMASA (berandatimur.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat menggelar simulasi pendistribusian logistik pemilu serentak 2019 berupa kotak suara berbahan karton duplex di Kabupaten Mamasa.

Pada simulasi tersebut mencoba menyesuaikan kondisi geografis dan perubahan cuaca bakal menjadi di daerah itu.

“Kondisi geografis daerah Mamasa ditambah perubahan cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian kotak suara berbahan karton ini,” ujar Anggota KPU Sulbar, Farhanuddin saat simulasi distribusi logistik pemilu 2019 di Mamasa, Minggu (30/12).

Simulasi yang digelar tersebut dengan merode melintasi sungai berarus deras, serta lembah pegunungan yang terjal berlokasi di Kawasan sungai di Kabupaten Mamasa.

Pada simulasi itu turut hadir anggota KPU Sulbar lainnya yakni Adi Arwan Alimin, anggota KPU Mamasa Marthen Buntupasau, Harun Al Rasyid serta Sumarlin.

Baca Juga:  Silaturahmi Pimnas PKN, Bawaslu RI ingatkan potensi pengurus ganda

Kemudian, Sekretaris KPU Sulbar Rahman Syam bersama Kasubag Logistik KPU Sulbar, Budiman serta Kasubag Data KPU Mamasa, Yenny L Buntuarruan.

Simulasi pemilu 2019 ini berawal dari Kantor KPU Mamasa dengan membawa sejumlah kotak suara berbahan karton menggunakan dua sepeda motor dengan cara diikat di sadel.

Pada saat itu tantangan distribusi mulai terjadi, ketika sepeda motor pengangkut kotak suara menuju TPS (tempat pemungutan suara) yang belum memiliki akses jalan.

Cara yang dilakukan dengan melewati lereng perbukitan sebagai satu-satunya akses ke TPS tersebut.

Nah, pada jalur itu ada sungai dengan arus air yang deras sehingga terpaksa menyeberang sambil memikul kotak suara.

Pada saat peragaan menyeberang sungai itu bertepatan hujan deras di bagian hulu sehingga jalan licin mengakibatkan petugas yang memikul kotak suara terpeleset sehingga jatuh dan hanyut terbawa air.

Baca Juga:  Politisi Nasdem, Akbar Faisal merapat ke PKN?

Akhirnya, petugas lainnya yang masih berada di tepi sungai memburu kotak suara yang hanyut tersebut dan berhasil mendapatkannya.

Setelah itu, anggota KPU Sulbar dan Mamasa melakukan pengecekan terhadap kondisi kotak suara yang hanyut itu

Meskipun hanyut dan basah namun kotak suara terbungkus plastik sehingga saat dibuka kondisinya tetap kering dan isinya juga tetap aman, kata Farhanuddin.

“Kotak suara saat didistribusi memang dibungkus dengan plastik, dan kita lihat sendiri, meski hanyut di sungai, kondisi kotak tetap aman,” kata dia.

Secara real, kondisi sebagian daerah di Sulbar memang demikian, banyak TPS yang berada pada wilayah yang sulit dijangkau kecuali dengan melewati sungai, gunung dan laut.

Baca Juga:  Dua Caleg Dapil 4 Bulukumba Diduga Tidak Mundur Dari Jabatan Publik

Simulasi selanjutnya dengan distribusi kotak suara ke TPS yang berada di pegunungan yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki

Tantangannya, petugas harus ekstra hati-hati berjalan karena jalan setapak yang licin karena intensitas hujan saat pendistribusian logistik bertepatan sedang tinggi.

“Dengan tantangan yang ada, baik kondisi geografis dan atau hujan, kami sudah siap. Dengan simulasi ini juga membuktikan bahwa kotak suara berbahan duplex aman,” kata anggota KPU Mamasa, Marthen Buntupasau. (*)

Penulis: Harun Al Rasyid

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here