Lokakarya Program KOTAKU di Nunukan
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid (kedua kanan) saat Lokakarya Program KOTAKU yang diselenggarakan Kementerian PUPR, Rabu (16/10)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Menyoal program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang dicanangkan pemerintah pusat maka Pemkab Nunukan Kalimantan Utara mengajak sinergitas untuk mewujudkannya.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid menekankan, Pemkab Nunukan juga telah menuangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) soal permukiman yang layak huni.

Oleh karena itu, diperlukan sinergitas bersama dalam mendorong komitmen semua pihak dalam mewujudkan permukiman layak huni di Kabupaten Nunukan.

Hal ini diungkapkan pada lokakarya KOTAKU yang diselenggarakan di Kabupaten Nunukan pada Rabu, dalam rangka mewujudkan permukiman layak huni secara nasional.

Lokakarya ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkuat kembali kolaborasi dalam penanganan pemukiman kumuh melalui pendekatan satu data, satu perencanaan dan satu peta untuk semua serta mengurangi luasan permukiman yang kumuh di Indonesia.

LOkakarya Program KOTAKU di Nunukan
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid saat memberikan sambutan pada Lokakarya Program KOTAKU yang diselenggarakan Kementerian PUPR di Nunukan, Rabu (16/10)

Laura juga menyampaikan bahwa kebutuhan sandang, pangan, dan papan adalah tiga hal yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

Baca Juga:  Disnakertrans Nunukan mediasi 13 kasus sengketa pekerja dengan perusahaan

Selain itu juga, kebutuhan tempat tinggal yang layak juga menjadi kebutuhan utama.

“Dengan tempat tinggal yang layak maka kualitas hidup dari masyarakat dapat meningkat, sehingga secara tidak langsung juga dapat mendukung terciptanya ekosistem suatu wilayah yang sehat,” ujar Laura sapaan Bupati Nunukan.

Ia menambahkan, hal yang menjadi dasar pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) tahun 2015-2025.

Salah satu targetnya adalah terwujudnya kota yang layak huni, yang kemudian dituangkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019″, ujar Laura.

Hal yang sama dituangkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Nunukan sesuai dengan cita-cita dan tujuan secara nasional.

Namun Laura mengharapkan, perlunya komunikasi yang intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah demi terciptanya keselarasan dalam hal perencanaan dan pelaksanaannya.

Baca Juga:  Nunukan Terima Bantuan Sembako Bagi Warga Terdampak COVID-19 Dari PLN

Lokarkarya yang mengusung tema “Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Kerja Pemerintah Daerah Mewujudkan Permukiman Layak Huni” dapat menjembatani dan mensinergikan komitmen dari berbagai pihak dalam mendorong dan menciptakan permukiman yang layak huni di Kabupaten Nunukan.

Kabupaten Nunukan saat ini juga fokus dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Program nasional ini menetapkan Kabupaten Nunukan sebagai lokus pelaksanaannya.  Penetapan Kabupaten Nunukan sebagai Kabupaten Layak Anak, penurunan angka stunting, upaya peraihan piala Adipura, dan masih banyak program lainnya yang dapat dikolaborasikan dengan Program KOTAKU.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Nunukan Juni Mardiansyah, AP menyampaikan program peningkatan kualitas permukiman perkotaan pada saat ini sedang berfokus pada percepatan pencapaian standar minimum untuk layanan perkotaan.

Baca Juga:  4.000 Pekerja Dibutuhkan Perusahaan Kelapa Sawit di Nunukan

Mempromosikan komunitas dan kota hijau, kota yang aman, tangguh, inklusif dan cerdas, yang diharapkan dapat memupuk inovasi, kreativitas, dan produktivitas untuk pencapaian RPJMN saat ini dan akan dilanjutkan di RPJMN 2020-2024.

Juni juga melaporkan, luasan lokasi perumahan dan permukiman kumuh di Kaltara sekira 1.134,02 hektar pada empat kabupaten/kota.

Sedangkan di Kabupaten Nunukan sendiri masih ada sekira 168,83 hektar pada 12 lokasi yang terletak pada lima kecamatan yakni Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik Tengah, Sebatik Utara dan Sebatik Timur. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here