SPPBE Tarakan diharapkan atasi ketergantungan gas elpiji dari Malaysia

Keberadaan SPPBE Tarakan
Pengisian gas elpiji bersubsidi 3 kilogram melalui SPPBE Tarakan

Nunukan (BERANDATIMUR) – Keberadaan Sentra Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kota Tarakan, Kaltara diharapkan dapat mengatasi kelangkaan gas elpiji bagi warga di wilayah perbatasan negara Kabupaten Nunukan serta mengurangi ketergantungan dari Malaysia.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid melalui Kabag Humas dan Protokol Hasan Basri di Nunukan, Kamis, 11 Juni 2021 bahwa keberadaan SPPBE di Tarakan sangat menggembirakan bagi masyarakat perbatasan.

Ia mengatakan SPPBE tersebut ke depannya dapat menjadi solusi atas kelangkaan gas elpiji baik subsidi tiga kilogram maupun non subsidi lima kilogram.

“Kita inginkan keberadaan SPPBE di Tarakan ini bisa menjadi solusi kelangkaan gas elpiji di Kabupaten Nunukan ke depannya,” ungkap Hasan Basri.

Ia juga mengatakan informasi yang diperolehnya bahwa SPPBE Tarakan ini khusus untuk menyuplai gas elpiji subsidi dan non subsidi untuk kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.

Khusus Kabupaten Nunukan sendiri kebutuhan gas elpiji non subsidi sekitar 13.000 tabung dan elpiji subsidi berkisar 80.000 tabung.

Jumlah ini kata dia, khusus bagi masyarakat di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Sedangkan kebutuhan masyarakat di wilayah III daratan besar Pulau Kalimantan masih menggunakan minyak tanah.

Namun Pemkab Nunukan berencana akan menyuplai gas elpiji non subsidi bagi masyarakat di wilayah III tersebut.

Selain itu, Hasan Basri juga optimis dapat mengurangi pasokan gas elpiji dari negara tetangga Malaysia dimana selama ini masyarakat Kabupaten Nunukan sangat ketergantungan akibat seringnya langka produk dalam negeri.

“Kita harapkan juga keberadaan SPPBE di Tarakan ini dapat mengurangi pasokan gas elpiji dari Malaysia,” ungkap dia. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here